Dalam kesempatan tersebut, Aulia Rahman Basri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan juga pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, dinamis, serta adaptif terhadap berbagai tantangan pembangunan.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menerapkan sistem merit dan manajemen talenta ASN secara konsisten dan objektif,” ujar Aulia.
Ia menjelaskan, pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) terhadap pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemkab Kukar tahun 2026.
Selain itu, pelaksanaan pelantikan juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menekankan penguatan pengawasan sistem merit serta digitalisasi manajemen ASN.
Lebih lanjut, Aulia menyinggung Keputusan Kepala BKN Nomor 794 Tahun 2025 tentang Persetujuan Penerapan Manajemen Talenta.
Ia tekankan pengisian jabatan dilakukan secara optimal, objektif, terencana, terbuka, tepat waktu, akuntabel, serta bebas dari intervensi politik dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Manajemen talenta harus menjadi landasan kuat bahwa penempatan dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan loyalitas,” tegasnya.
Bupati Kukar juga mengingatkan jabatan struktural merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta menunjukkan kinerja terbaik melalui inovasi dan peningkatan pelayanan publik.
“Tunjukkan bahwa saudara layak menduduki jabatan ini. Bekerjalah secara profesional, jujur, dan bersih dari praktik KKN. Jadilah pejabat yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pesannya.
Selain itu, Aulia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar unit kerja sebagai kunci keberhasilan program prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, ringkas, dan berkualitas harus dijawab dengan kinerja aparatur yang berdedikasi.
Aulia berharap para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kutai Kartanegara menuju Indonesia Emas 2045.
“Semoga seluruh pengabdian kita sebagai ASN bernilai ibadah di sisi Allah SWT dan membawa manfaat bagi daerah serta masyarakat Kutai Kartanegara. Sistem era sekarang yaitu Kukar Idaman Terbaik yaitu bagaimana kita bisa mengimplementasikan Governmentcraft dengan baik yaitu seni praktis dalam mengelola birokrasi anggaran dan regulasi daerah untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien,” tegas Aulia.
Diketahui, beberapa jabatan tinggi yang mengalami perubahan nama-nama yakni Martina Yulianti Staf Ahli, Kadisdikbud Heriansyah, Diarpus M Ridha Darmawan, Disbun M Taufik, Dinsos Rinda Desianti, Camat Tenggarong Syukur Eko Budi Santoso, Camat Tenggarong Seberang Sukono, Sukoco tetap Kelala BPKAD, Kepala BRIDA Bahari Joko Susilo, Sekretaris Bapenda Toni Bowo Sutoto, Sekretaris Disdikbud Pujianto, Fathul Alamin Kabag Kesra, Dendy Irwan Fahriza Sekretaris Distransnaker, Maman Setiawan Kadisdukcapil, Dery Wardana Sekretaris Dispora, Nadi Baswan Camat Muara Kaman dan Asmi Elvandar menjabat sebagai Camat Tabang.
Editor: Erwin