Peringatan ini dikeluarkan setelah insiden tragis yang menimpa seorang murid SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena atau pulpen.
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan, Disdikbud Kukar dapat bekerja sama dengan para orangtua dan stakeholder terkait pencegahan kejadian serupa di Kukar.
Disdik diminta untuk memperketat pengawasan di sekolah-sekolah dan melakukan deteksi dini terhadap anak-anak yang berisiko melakukan tindakan bunuh diri.
“Disdikbud Kukar harus berperan untuk melakukan pencegahan, jangan sampai kasus seperti itu terjadi di Kukar,” tegas Ahmad Yani, Rabu (4/2/2026).
Selain itu, DPRD juga mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dapat memberikan perhatian lebih kepada keluarga-keluarga yang kurang mampu dan memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa.
Ahmad Yani berharap tidak ada lagi kasus anak bunuh diri akibat kesulitan ekonomi. Stakeholder terkait dapat bekerja sama untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan keluarga yang membutuhkan, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan memiliki masa depan yang cerah.
“Kami akan segera melakukan koordinasi kepada OPD terkait di Kukar,” sebut Yani.
Editor: Aspian Nur