Selain memutus akses jalan, banjir juga merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, di antaranya sekolah dan pompa air bersih.
Berdasarkan dugaan sementara, banjir dipicu oleh luapan air dari kubangan bekas tambang batu bara di sekitar wilayah tersebut. Warga yang terdampak terpaksa mengungsi dan mendirikan tenda darurat di badan jalan sebagai tempat sementara.
“Sudah ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar yang membangunkan tenda darurat untuk kami,” kata warga terdampak banjir, Junadin Selasa (3/2/2026).
Ia mengungkapkan jalan tersebut merupakan jalur utama warga untuk mengangkut hasil panen dari bercocok tanam. “Aksesnya sangat sulit, jalur yang berlumpur itu bukan Cuma satu titik, tetapi semuanya,” ungkapnya.
Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas sekolah, rumah, dan pompa air bersih, sehingga warga harus menunggu bantuan dari BPBD Kukar untuk membawakan tangki berisi air bersih.
“Sejak tiga hari lalu air banjir ini tidak surut, ketinggian setinggi pinggang orang dewasa,” ujarnya.
Lokasi dusun yang di apit oleh kolam bekas tambang dan anak Sungai Mahakam harus menjadi perhatian khusus bersama terkait keselamatan warga.
“Kami harap perhatian pemerintah bisa tertuju ke Dusun kami dulu, semua akses jalan sepanjang enam kilo susah di lalui, kami tak bisa bergerak sama sekali,” harapnya.
Sementara, Koordinator Lapangan (Korlap) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Syurianta HF mengungkapkan, bantuan untuk korban banjir di Pondok Labu sedang disiapkan. Namun, data lengkap dari pihak RT belum diterima, sehingga bantuan seadanya akan dikirimkan terlebih dahulu.
“Jadi bantuan ini berupa beras, mie, sarden, minyak goreng, kecap, susu, roti kering dan lainnya. Selain itu, juga akan disediakan popok dan snack,” ungkap Syurianta.
Kata dia, jumlah bantuan yang akan diberikan masih dalam proses penghitungan, namun perkiraan awal sekitar 27 paket. Jumlah ini dapat berubah tergantung pada kebutuhan dan kondisi korban.
“Yang mengatur nanti pihak dusun sehingga mereka yang paling membutuhkan dapat menerima bantuan yang tepat,” tambahnya.
Selain bantuan logistik, juga akan dilakukan koordinasi dengan pihak kesehatan untuk memastikan tidak ada korban yang terkena penyakit kulit atau lainnya akibat banjir. Sinergi antara Instansi dan pihak terkait lainnya sangat penting dalam penanganan bencana ini.
Diketahui, Banjir yang melanda RT 09 dan 10 ini telah mulai surut. Ada 67 jiwa yang terdampak dan harus ungsikan sementara.
Editor: Erwin