Dari data sementara diketahui banjir berdampak pada 67 jiwa, terdiri dari anak-anak dan orang dewasa. Ada 14 rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Kondisi itu membuat warga terpaksa mengungsi ke badan jalan yang tidak terendam, sambil menunggu bantuan berupa tenda pengungsian, sembako dan air bersih dari BPBD Kukar.
Camat Tenggarong, Sukono sudah meninjau lokasi banjir malam kemarin. Peninjauan dilakukan menyusul tingginya intensitas hujan yang menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman.
Sukono menegaskan pihak kecamatan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi warga dan kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD agar bantuan segera disalurkan, terutama tenda, logistik, dan air bersih,” tegas Sukono kepada Korankaltim.com Selasa (3/2/2026).
Warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sukono meninjau warga bersama Kasi Trantib Kecamatan Tenggarong Aji Sultan Al ‘Adiat, Aipda Lenhad selaku Bhabinkamtibmas Loa Ipuh Darat, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Linmas Satpol PP Kukar, serta ketua RT setempat.
Personel yang terlibat dalam kegiatan peninjauan dan penanganan awal banjir terdiri dari pihak kelurahan Loa Ipuh Darat, tiga personel Linmas Satpol PP Kukar serta 5 personel BPBD Kukar.
Pemerintah Kecamatan Tenggarong memastikan akan terus melakukan pemantauan dan siap mengambil langkah lanjutan apabila kondisi banjir mengalami peningkatan.
“Kami intens melakukan pemantauan bersama instansi terkait, dan semoga saja intensitas hujan tidak tinggi lagi sehingga air yang meluap berangsur surut serta warga bisa beraktivitas normal kembali,” tutup Sukono.
Editor: Aspian Nur