Rudi Eka Putra, pemilik Toko Abes Mobile, mewakili suara sejumlah para pedagang secara terang-terangan menganggap Surat Edaran (SE) yang ditempel di pintu-pintu toko sebagai bentuk ancaman.
Dalam SE itu, pedagang diduga dipaksa segera mengisi kios yang kosong paling lambat 5 Februari pekan depan atau hak pakainya akan ditarik.
"Kami ini bukan penjahat, kenapa harus diancam pakai polisi dan jaksa? Kami punya kios ini beli, bukan dikasih cuma-cuma. Saya beli tahun 2012 seharga Rp75 Juta dari kepala pasar waktu itu. Surat-surat yang saya pegang itu legal dan resmi," kata Rudi kepada Korankaltim.com Jumat (30/1/2026).
Rudi membongkar dugaan kecurangan dalam proses pengundian lapak yang diklaim pemerintah menggunakan sistem computer karena kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Pedagang toko yang tadinya memiliki bangunan permanen justru terlempar ke sudut pasar yang pengap dan sempit, sementara pedagang kaki lima justru mendapat posisi strategis di jalur utama.
"Awalnya saya kira pengundian itu adil, tapi setelah ngobrol, ada beberapa kawan-kawan pedagang yang menyatakan dalam pengundian itu ada permainan. Bahkan ada info yang masuk, ada yang berani bayar sampai Rp28 Juta supaya dapat posisi strategis di depan," ungkapnya.
Rudi juga mengkritik konsep bangunan pasar baru yang berukuran sekitar 3x3 meter berada di ujung lantai dua. Menurutnya, lokasi tersebut sangat tidak potensial untuk usaha aksesoris ponsel karena akses yang jauh dan kondisi suhu yang panas.
"Kami seperti tidak dihargai padahal tugas mereka mencarika solusi. Banyak pedagang para orang tua yang tidak berani bicara, saya pasang badan mewakili mereka," sebut Rudi lagi.
Terkait larangan menjual atau menyewakan kios Rudi menilai kebijakan itu membunuh hak ekonomi para pedagang. Ia merasa pedagang tidak sanggup lagi berjualan karena sepi, seharusnya mereka berhak mengalihkan aset yang telah dibeli tersebut.
"Saya pribadi tidak peduli dengan batas waktu 5 Februari itu. Saya tidak akan berjualan disana kalau kondisinya begini. Pedagang buka toko belum tentu ada yang langsung belil," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur