Fenomena air bangar dapat menyebabkan perubahan kualitas air sungai, sering kali menjadi keruh, berbau, dan oksigen rendah sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama jika dikonsumsi tanpa diolah dengan benar.
Menurut Muhammad, air keruh dapat menyebabkan penyakit jangka panjang, seperti batu ginjal, jika tidak diolah dengan benar. Namun, sejauh ini belum ada laporan tentang pasien yang mengalami gejala penyakit terkait dengan air bangar tersebut.
Sementara, dirinya mengaku, belum mengetahui dengan pasti terkait kesehatan yang ditimbulkan dari mengonsumsi ikan mati akibat pengaruh air bangar tersebut.
“Kami belum lakukan penelitian terkait itu, sejauh ini kami hanya mengingatkan kepada masyarakat dampak dari airnya saja. Air di Puskesmas kami juga sudah berubah warna sejak empat hari lalu, kami berhati-hati untuk memberikan air itu kepada pasien,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya tetap mengingatkan, dampak kesehatan dari mengonsumsi ikan mati berhari-hari yakni dapat menyebabkan keracunan makanan, ikan yang mati di perairan kotor sangat cepat ditumbuhi bakteri pembusuk.
Kemudian, infeksi bakteri dan penyakit ikan yang mati di air tercemar dapat menularkan bakteri atau virus kepada manusia yang mengonsumsinya. Sehingga sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di perairan tercemar.
Editor: Erwin