Sempat muncul wacana pemindahan ke lantai dua, pedagang protes karena both diletakkan tepat di depan lapak mereka, dan sangat mengganggu pandangan.
“Peletakan both itu awalnya di kawasan lahan parkir saja, tetapi timbul ide dari pihak ketiga hendak meletakkan di lantai dua, nah itu tepatnya di depan toko, itu kan mengganggu,” kata salah satu pedagang, Riki.
Sementara, Camat Tenggarong, Sukono mengatakan, pasar Ramadan akan kembali ke lokasi awal yakni di bawah lokasi parkir Tangga Arung Square setelah perundingan antara pemerintah setempat dengan pedagang. Keputusan ini diambil setelah rapat yang dihadiri oleh forum pedagang dan pengelola pasar.
Dalam rapat tersebut, diputuskan semua pedagang Pasar Ramadan akan ditempatkan di lokasi parkir, dan tidak ada lagi yang berjualan di lantai dua.
Sementara, Biaya untuk berjualan di Pasar Ramadan ini sebesar Rp1.000.000, yang sudah termasuk penyediaan meja.
Kata dia, pada 2026, diperkirakan ada sekitar 120 pedagang lama yang akan berpartisipasi, belum termasuk pendaftar baru yang dikelola langsung oleh pihak pasar.
Jenis dagangan pun dibatasi khusus untuk makanan dan minuman seperti takjil, gorengan, dan lauk-pauk guna menjaga keharmonisan dengan pedagang pakaian yang sudah ada di area Tangga Arung Square.
Pemerintah Kecamatan Tenggarong berharap, keputusan ini dapat memuaskan semua pihak dan membuat Pasar Ramadan dapat berjalan dengan lancar.
Editor: Erwin