Amar ditemukan Selasa (20/1/2026) pagi tadi pukul 08.56 WITA sekitar sembilan kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) "Sudah ditemukan oleh tim dengan Kondisinya meninggal dunia. Sudah dievakuasi juga oleh tim penyelamatan," jelas Kepala Desa Santan Ulu Heri Budianto kepada Korankaltim.com pagi tadi.
Menurut informasi, terdapat luka lecet di beberapa bagian tubuh Amar diduga karena benturan dengan kayu, batu saat hanyut. "Dari informasi yang disampaikan ada luka di beberapa bagian tubuh," ungkapnya.
Sementara, Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara (BPBD Kukar) Arif menambahkan, selama pelaksanaan pencarian, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala seperti arus sungai yang cukup deras serta potensi ancaman binatang buas.
“Tadi malam tim Damkar masih melakukan pencarian karena ada mencium bau busuk saat di telusuri, nihil. Kami BPBD waswas dan menunggu mereka balik karena banyak buaya di kawasan itu,” ujar Arif.
Diketahui Amar merupakan warga RT 02, Dusun Wiradua, Desa Santan Ulu. Amar terjatuh ke sungai saat melangsir sawit menggunakan kereta gantung. Saat ini jasad almarhum sudah dievakuasi oleh Tim Gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dilakukan pemakaman.
Kejadian ini menjadi perhatian bersama, terlebih Amar meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia tiga bulan.
Editor: Aspian Nur