Kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas aspirasi warga yang sebelumnya mengeluhkan kondisi jalan penghubung tersebut yang mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan aktivitas masyarakat.
Desman Minang Endianto mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi riil infrastruktur yang menjadi akses vital, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
“Hari ini kami menindaklanjuti hasil dialog bersama masyarakat Kelurahan Bukit Biru. Ada beberapa titik jalan penghubung menuju kawasan pertanian dan kondisinya memang membutuhkan perhatian serius,” kata Desman.
Politikus PKB ini menegaskan, jalan usaha tani memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran aktivitas petani, terutama dalam proses distribusi hasil pertanian. Infrastruktur yang memadai, lanjut Desman menjadi faktor pendukung utama dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Ini kawasan pertanian. Jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat dan petani untuk meningkatkan produksi. Karena itu, dukungan infrastruktur yang layak sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Selain meninjau jalan usaha tani, DPRD Kukar juga mengecek langsung kondisi Pemakaman Sukimin yang berada di RT 17 Kelurahan Bukit Biru. Dari hasil peninjauan, ditemukan adanya kelongsoran tanah yang mengakibatkan retakan serta pergeseran di sejumlah titik area pemakaman.
“Di Pemakaman Sukimin terjadi kelongsoran dan pergeseran tanah. Kami berharap Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dapat turun langsung ke lokasi, karena ini menyangkut kebutuhan dan kepentingan masyarakat,” terang Desman.
Kalau tidak segera ditangani, kerusakan tersebut berpotensi semakin meluas dan mengganggu area pemakaman. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kelongsoran tanah tersebut diduga dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Informasi yang kami terima, kondisi ini dipengaruhi hujan deras. Dinas terkait perlu segera mengantisipasi agar kerusakan struktur pemakaman tidak semakin parah,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur