“Tadi siang tim sudah berangkat, kemungkinan besok akan dilakukan pembersihan gulma secara manual dengan menggunakan kapal dan peralatan lainnya untuk membuka akses jalan agar nelayan dapat mencari ikan dengan lebih mudah. Kalau gulma tidak di urai mereka pasti akan libur mencari ikan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kukar, Nanang.
Pembersihan gulma ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat hari. Namun, untuk membersihkan seluruh gulma, diperkirakan akan memakan waktu lebih lama.
BPBD Kukar telah berkoordinasi dengan warga desa untuk mengantisipasi dampak negatif dari gulma. Beberapa keramba warga telah digeser untuk menghindari kerusakan.
“Jadi dampak gulma ini sangat membahayakan bagi rumah dan keramba warga, sebab, jika berkaca pada kejadian dulu, gulma sampai menghancurkan tiang masjid, jembatan dan keramba warga di Kecamatan Tenggarong dan jantur,” ungkapnya.
Dengan adanya pembersihan gulma ini, diharapkan akses jalan dapat terbuka dan warga dapat mencari ikan dengan lebih mudah. Selain itu, pembersihan gulma juga dapat membantu meningkatkan keselamatan warga dan mengurangi risiko kecelakaan.
Hingga saat ini, gulam masih menumpuk di Danau Semayang dan belum bergerak keluar ke Desa Pela menyebar ke wilayah lainnya.
“Makanya di proses segera biar bisa keluar kecil-kecil gulmanya, seperti pengalaman kami BPBD tangani dulu di daerah jantur dan Tenggarong. Kalau untuk gulma itu lebarnya sekitar 300 meter,” sebutnya.
Adapun peralatan yang digunakan seperti, Mesin Yamaha 40 dan 25 PK satu unit, Perahu Politeline dan Ring boy dua, Life Jaket 10, Tali Tambang satu gulung, Chainsaw Stil besar satu, Chainsaw Husqvarna dua unit serta parang.
Editor: Erwin