Kegiatan pelatihan ini bertujuan melatih santri dan tenaga pendidik dalam teknik menulis cepat, membaca cepat, serta menghafal cepat berbasis kerja otak kanan. Pelatihan menghadirkan narasumber nasional, Rusmiyatun seorang trainer mind mapping asal Yogyakarta.
Training dilaksanakan selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Januari 2026. Dua hari pertama dikhususkan bagi para santri, sementara dua hari berikutnya diikuti oleh dewan guru dan manajemen Pondok Pesantren serta MTs Tahfidz Al-Abqory.
Acara pembukaan dihadiri Ketua Yayasan Agropolitan Nusantara Madani beserta jajaran, Anggota DPRD Kukar Fraksi PDI Perjuangan Budi Fahmi, serta perwakilan Kementerian Agama RI Kabupaten Kutai Kartanegara, Abdul Gafur, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi kegiatan.
Dalam sambutannya, Abdul Gafur menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan Training Mind Mapping dan Kreatif Mind sangat relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.
“Kegiatan ini sejalan dengan kebutuhan lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, kritis, inovatif, serta berakhlak mulia. Pengembangan metode pembelajaran kreatif seperti mind mapping merupakan ikhtiar strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah dan pondok pesantren,” katanya.
Menurutnya, metode mind mapping tidak hanya membantu peserta didik memahami dan mengingat materi secara lebih efektif, tetapi juga mampu mengoptimalkan kerja otak kanan dan kiri secara seimbang, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Abqory, Muhibin Ali menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan pesantren dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif, kreatif, dan sesuai dengan cara kerja otak manusia, baik bagi santri maupun para pendidik.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi penguatan dari metode pembelajaran yang telah diterapkan sebelumnya, yakni Metode Hanifida, sebuah metode berbasis otak kanan yang menekankan pada kemampuan menulis cepat, membaca cepat, dan hafalan cepat.
“Metode ini menggunakan prinsip asosiasi kata atau kalimat yang familiar serta visualisasi berwarna dan bergambar, sehingga materi, baik Al-Qur’an maupun pelajaran umum, dapat lebih mudah dipahami dan diingat, bahkan dengan prinsip sekali lihat langsung melekat,” jelas Muhib sapaan akrabnya.
Dalam praktiknya, teknik membaca cepat dilakukan melalui metode skimming dan scanning, menulis cepat dengan merangkum ide-ide utama, serta hafalan cepat melalui visualisasi, sistem lokasi, dan asosiasi yang kuat.
Melalui pelatihan ini, pihak pesantren berharap santri, guru, dan peserta mampu mengoptimalkan potensi otak kanan dan kiri secara seimbang, berpikir lebih sistematis dan kreatif, serta mampu mengorganisasi ilmu dengan lebih efektif.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Agropolitan Nusantara Madani, Rusdiono, dalam sambutannya menegaskan bahwa YANM tidak hanya berkomitmen pada pelestarian lingkungan hidup, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Kami meyakini kemajuan bangsa tidak akan terwujud tanpa SDM yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, kami menggandeng lembaga pendidikan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas SDM, salah satunya melalui kegiatan pelatihan ini,” sebutnya.
Menurut Rusdiono, keterlibatan yayasan dalam dunia pendidikan merupakan tanggung jawab moral untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi dan nilai-nilai luhur kebangsaan. “Ini tanggung jawab moral dari pihak yayasan tentunya,” tutupnya.
Editor: Erwin