Motor berwarna orange mencolok tersebut tampil memukau dan berhasil menarik perhatian para juri maupun pengunjung. Suzuki Smash milik Rifqi meraih sejumlah kategori bergengsi, yakni Best Suzuki, Best Killer Paint, Best Elegan Non Matic, Best Ordinari Paint Non Matic, Best 2/4 Tak Restorasi Fashion, serta Best 4 Tak Restorasi Fashion.
Keberhasilan tersebut terbilang istimewa lantaran Rifqi mengaku awalnya hanya sekadar iseng mengikuti kontes modifikasi tersebut. Tak disangka, motor bebek yang telah berusia hampir dua dekade itu justru tampil sebagai salah satu yang paling menonjol di antara peserta lainnya.
“Awalnya cuma coba-coba. Ini motor pertama saya dan sangat berharga karena pemberian almarhum ayah,” kata Rifqi kepada korankaltim.com, Minggu (17/1/2026).
Suzuki Smash tersebut bukan sekadar kendaraan bagi Rifqi. Motor itu memiliki nilai emosional yang tinggi, sehingga dimodifikasi dengan penuh perhatian dan konsep yang matang. Sebagai bentuk kecintaan terhadap tunggangan kesayangannya, Rifqi merombak tampilan motor secara menyeluruh tanpa menghilangkan karakter dasar Suzuki Smash, sehingga terlihat elegan dan modern.
Sentuhan modifikasi yang rapi dan detail juga didukung dengan pelat nomor KT 2222 MR, yang semakin menambah kesan eksklusif pada motor tersebut.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa sepeda motor lawas, jika dirawat dan dimodifikasi dengan konsep yang tepat, mampu bersaing bahkan menjadi juara di ajang kontes modifikasi.
Kisah Rifqi pun menjadi inspirasi bagi para pecinta otomotif bahwa nilai sejarah, kenangan, dan kreativitas dapat berpadu menghasilkan karya yang membanggakan.
“Terima kasih kepada sahabat-sahabat dan bengkel rekanan yang turut mendukung project Smash saya, semoga menginspirasi dan membawa keberkahan bagi semua,” demikian Rifqi.
Editor: Erwin