Peristiwa itu sendiri terjadi pada Jumat (16/1/2026) kemarin. Warga pun menghawatirkan jembatan akan mengalami kerusakan, sementara perawatan dan pengecekan diduga jarang dilakukan.
Netizen memberikan reaksi yang beragam terhadap video tersebut, ada yang mengomentari dengan humor dan ada juga yang khawatir tentang keselamatan jembatan. Beberapa netizen bahkan meminta agar pihak berwenang mengambil tindakan tegas terhadap pihak perusahaan batu bara.
Lim Acoy, warga Kota Bangun meminta agar video tersebut dilaporkan ke dinas terkait dan mencatat nama ponton serta tagboad itu. Kemudian warga lainnya, Musliansyah, menegaskan, jika hanya sekadar teguran tidak akan membuat mereka jera. "Masalah ini harus ada tindakkan tegas pemerintah, nanti yang paling di rugikan ya tetap warga juga," ucapnya.
Sementara saksi mata kejadian jembatan ditabrok ponton yaitu Adul mengungkapkan, insiden itu bukan pertama kali terjadi, karena sebelumnya sudah beberapa kali ponton batu bara menabrak jembatan tersebut.
Kurangnya pengawasan dan koordinasi dari pihak perusahaan dan pemerintah setempat menjadi penyebab utama berulangnya peristiwa itu. Mereka meminta agar perusahaan lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mengangkut batu bara, terutama saat musim hujan yang menyebabkan air pasang atau naik.
“Kami harap perusahaan dapat melakukan perhitungan yang matang sebelum melintas di jembatan tersebut, terutama saat air sungai sedang naik. Kemudian meminta agar ada pemandu di lokasi untuk memastikan keselamatan dan menghindari kerusakan pada jembatan. Kami khawatir dengan kondisi jembatan yang semakin rapuh dan takut akan terjadi kerusakan yang lebih parah,” kata Adul Sabtu (17/1/2016).
Editor: Aspian Nur