Penunjukan ini mengakhiri proses seleksi ketat yang diikuti oleh lima kandidat potensial untuk memimpin perusahaan tersebut.
Dalam persaingannya, Toni berhasil menyisihkan empat kompetitor lainnya, yakni Joko Aditya Utama, Musmiadi, Nurkhalis, dan Sonhadi Slamet, yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan uji kompetensi.
Asisten II Setkab Kukar sekaligus Ketua Panitia Seleksi, Ahyani Fadianur Diani mengatakan, pimpinan baru PT KSDE memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan signifikan, sebab, perusahaan tersebut di cap sebagai plat merah karena kondisi internal.
“Perusahaan ini memiliki banyak PR. Kami ingin pimpinan baru ini bisa menyelesaikan masalah internal dan mengelola Perusda dengan lebih baik dan transparan,” kata Ahyani, Jumat (16/1/2026).
Selain perbaikan manajemen, Toni juga dituntut untuk lebih jeli melihat peluang bisnis baru guna mengembangkan unit usaha.
Sementara, Toni mengaku kondisi PT KSDE saat ini dalam kategori kurang sehat, sehingga langkah pertama yang akan diambil adalah melakukan pembenahan total.
“Saya pribadi menyadari perusahaan ini memang kurang sehat, saya berkomitmen untuk terus berbenah dan menyehatkan perusahaan ini,” ungkapnya.
Kata dia, PT KSDE bergerak di sektor agroforestri, ia akan melakukan diversifikasi usaha dengan mencari unit bisnis baru yang lebih produktif untuk menghasilkan income atau pendapatan bagi perusahaan.
“Saya optimistis dengan strategi baru nanti, perusahaan ini mampu memberikan kontribusi bagi daerah, khususnya untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar,” pungkasnya.
Editor: Erwin