Salah seorang warga Kecamatan Tenggarong, Surya mengatakan, menurunnya jembatan dirasakan sejak 2025 lalu. Jembatan ini merupakan akses yang menghubungkan antara Kabupaten Kukar dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sehingga perlu secepatnya di lakukan perawatan.
“Kita sebagai masyarakat khawatir saat melintasi jembatan itu,” kata Surya, Selasa (13/1/2026).
Ia mengaku, hingga saat ini jembatan tersebut belum dilakukan penyegaran atau pengecekan secara berkala, terlebih saat kendaraan berat melintas.
“Kami sebagai pengguna jalan sangat was-was, semoga pemerintah daerah dapat segera melakukan pengecekan jembatan dan diperbaiki. Di bagian wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang ada dunggukan seperti polisi tidur, itu di batas jembatan sangat berbahaya,” ucapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga (BM) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti menerangkan ada rencana untuk melakukan rehabilitasi sejumlah jembatan, termasuk Jembatan Kukar di Tenggarong.
“Tapi sebelum dilakukan rehabilitasi, kita konsultasi ke pemerintah pusat melalui Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT),” terangnya.
Dinas PU Kukar telah menyampaikan surat ke KKJT pada Desember 2025 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada balasan dari KKJT.
Jika tidak dibalas, kata dia, Dinas PU Kukar akan mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Sampai saat ini kami masih menunggu balasan dari KKJT, jika tak mendapat balasan kami akan langsung ke pemerintah pusat,” ucapnya.
Nantinya, KKJT itu akan melakukan pengecekan terhadap sejumlah jembatan besar di Kukar dan memberikan rekomendasi terhadap rehabilitasi jembatan.
“Kita punya tiga jembatan besar, jadi kita minta semuanya sekalian dicek dan menunggu hasil dari peninjauan itu serta merekomendasikan,” tuturnya.
Ditambahkannya, ia akan terus melakukan memelihara jembatan yang ada di Kukar, termasuk dengan jembatan bentang panjang.
Editor: Erwin