Perahu Ces Dihantam LCT di Perairan Kembang Janggut, Satu Orang Hilang
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Selasa (13/1/2026) dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WITA, sebuah kecelakaan terjadi di perairan Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Sebuah perahu ketinting atau yang biasa disebut perahu ces pengangkut pekerja, ditabrak kapal Landing Craft Tank (LCT), kapal kargo yang melaju dengan kecepatan tinggi, membuat seorang penumpang perahu ces bernama Arani, berusia 58 tahun, hilang diperairan tersebut dan masih dalam pencarian, sementara satu penumpang lagi bernama Ilan, pemuda berusia 21 tahun, selamat dalam insiden tersebut.
Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun Abdi Ratama kepada Korankaltim.com hari ini menjelaskan, dari laporan yang mereka terima, Ilan merupakan karyawan perusahaan PT BSS yang biasa diantar-jemput oleh Arani yang saat ini masih dalam pencarian.
Saat mereka menyeberang sungai, tiba-tiba sebuah kapal LCT datang dari arah yang tidak terduga dan menabrak bagian sisi perahu ces. Ilan berhasil menyelamatkan diri, namun Arani belum ditemukan.
Mengetahui kejadian tersebut, Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun segera membentuk tim rescue untuk mendukung upaya pencarian Arani yang hilang.
Tim rescue yang terdiri dari empat personel berpengalaman menggunakan unit Armored Personnel Carrier (APC) dan perlengkapan utama berupa rubber boat yang dilengkapi mesin tempel, serta alat bantu pencarian lainnya.
Pencarian masih terus berlangsung dengan fokus pada area sekitar titik tabrakan, bagian hilir sungai, serta daerah-daerah rawa atau semak belukar di pinggir sungai yang berpotensi menjadi tempat korban bertahan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kukar, Basarnas (Badan SAR Nasional) Kalimantan Timur dan kepolisian untuk mendapatkan dukungan. Tadi ada juga dinas kesehatan yang sudah stay memberikan bantuan medis,” jelas Abdi.
Sementara Koordinator BPBD Kukar Eko Suryawinata mengungkapkan pihaknya telah meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sejak pagi tadi sekaligus memantau situasi banjir di area Tabang dan Kembang Janggut.
“Basarnas juga telah berangkat dari Balikpapan siang ini menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian.
Untuk pencarian dari subuh tadi di bantu Polsek Kembang Janggut dan warga,” ungkap Eko.
Hingga berita ini tayang, upaya pencarian masih terus berlanjut dengan fokus pada area sekitar titik kejadian pada bagian hilir sungai, serta daerah-daerah rawa serta semak belukar di pinggir sungai yang berpotensi menjadi tempat Arani bertahan.
Editor: Aspian Nur










