Peristiwa ini terjadi pada Minggu (11/1/2026), air mulai meluas ke permukiman warga akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sejak beberapa waktu lalu.
Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat menyatakan, peristiwa ini merupakan banjir rutin yang terjadi setiap tahun. Namun, ketinggian air yang mencapai hingga dua meter di beberapa desa membuat warga sempat panik.
Ada 18 desa yang telah terdampak banjir, salah satunya seperti di Desa Kampung Baru, Pumat Tukung, Tabang Lama, Situ Mulyo, dan Muararitan.
“Pagi tadi 11 desa, data kami sampai sore ini mencatat banjir sudah menyebar ke 18 Desa di Kecamatan Tabang,” ungkap Rakhmadani Hidayat, Minggu (11/1/2026).
Pemerintah kecamatan dan desa telah berkoordinasi untuk memantau situasi serta menyiapkan bantuan khususnya kepada para lansia, mengerahkan tim SAR dan bantuan logistik untuk membantu warga yang terdampak. Situasi ini sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Warga setempat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi tentang banjir.
“Kami juga telah mengaktifkan grup mitigasi bencana untuk memantau situasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Kami belum mendirikan posko. Kalau banjir lebih dari dua hari maka kami akan segera mendirikan posko,” pungkasnya.
Editor: Erwin