Insiden memilukan ini terjadi di wilayah RT 01 Desa Perdana sekitar pukul 17.45 WITA, saat kondisi debit air sungai dilaporkan sedang mengalami kenaikan.
Kasi Trantib Kecamatan Kembang Janggut, Rifani menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Saat itu, korban sedang asyik bermain pasir di depan rumahnya dengan didampingi sang ibu.
Namun, saat sang ibu masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang, korban diduga berjalan menuju arah belakang rumah tanpa pengawasan.
Ibu korban sempat mengira anaknya sedang bermain bersama kakak perempuannya. Kecemasan mulai muncul saat sang kakak pulang dan mengaku tidak mengetahui keberadaan adiknya. Pencarian pun segera dilakukan oleh pihak keluarga.
“Kakaknya yang baru pulang dari arah hulu langsung melakukan pencarian ke area belakang rumah dan korban ditemukan sudah dalam kondisi mengambang di pinggir sungai,” ungkap Rifani, Minggu (11/1/2026).
Pihak keluarga menduga korban berjalan ke tepi sungai di belakang rumah untuk mengambil air untuk bermain pasir. Karena kondisi pinggiran sungai yang licin dan debit air sedang naik, korban terpeleset dan tenggelam.
Keluarga sempat melarikan korban ke bidan setempat di RT 02 Desa Perdana untuk mendapatkan pertolongan medis, namun, nyawa balita tersebut tidak dapat tertolong.
Terkait kejadian ini, pihak keluarga korban menyatakan ikhlas dan menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan tindakan visum lebih lanjut.
“Keluarga sudah membuat surat pernyataan penolakan visum. Korban akan sudah dimakamkan di Dusun Ketenu, Desa Perdana RT 03,” ucapnya.
Rifani mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantara Sungai Belayan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak kecil, mengingat kondisi cuaca ekstrem belakangan ini yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
Editor: Erwin