Salah seorang warga mengaku menjadi korban kecelakaan tunggal akibat jalan rusak tersebut. Ia mengalami luka-luka, sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami lecet, keluhan ini disuarakannya di media sosial. Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga itu.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengatakan bahwa usulan perbaikan jalan poros tersebut sebenarnya telah lama disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Sudah kami usulkan sejak Bupati Pak Edy Damansyah tahun 2023. Kemudian terus kami usulkan lagi pada tahun 2024 dan 2025. Alhamdulillah sudah ada tanggapan, tim dari Dinas Pekerjaan Umum juga sudah meninjau langsung ke lapangan,” ungkap Martin kepada Korankaltim.com, Kamis (8/1/2026).
Jalan poros tersebut merupakan jalan kabupaten, sehingga kewenangan perbaikannya berada di pemerintah daerah. Sementara untuk jalan lingkungan menjadi kewenangan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
“Kalau menggunakan anggaran dana desa tentu tidak mampu, karena ini jalan poros kabupaten, Selain itu, kebutuhan di desa juga banyak dan harus diprioritaskan,” jelasnya.
Kerusakan jalan tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga pada pelayanan kesehatan dan pengembangan pariwisata di kawasan Tenggarong Seberang.
“Kami bersama tiga kepala desa, yaitu Loa Raya, Loa Pari, dan Loa Ulung, sudah bersurat kepada pemerintah kabupaten agar percepatan perbaikan segera dilakukan. Ini penting untuk akses ambulans jika ada warga yang sakit, juga untuk mempercepat akses menuju objek wisata seperti Taman Gubang dan destinasi wisata lainnya di kawasan ini,” harap Martin.
Di Desa Loa Pari Kecamatan Tenggarong Seberang juga memiliki Puskesmas induk yang melayani masyarakat di tiga desa dan kawasan sekitarnya sehingga kondisi jalan yang layak menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami sangat berharap perbaikan jalan ini segera direalisasikan, karena perannya sangat vital bagi masyarakat bukan hanya tiga desa yang ada di kawasan ini, tapi juga warga desa lainnya yang sering menggunakan akses jalan ini,” tegas Martin.
Pantauan langsung media ini, lubang jalan sudah diuruk secara swadaya oleh pemerintah desa. Tentunya hal ini hanya bersifat sementara dan tetal diharapkan perbaikan permanen bisa segera dilakukan.
“Kita uruk pakai batu tronjolan saja itu, sebenarnya akses jalan ada juga yang di sisi jalan, cuma memang orang-orang tahunya akses jalan rusak ini saja, ya semoga segera terealisasi perbaikan dilakukan pemerintah kabupaten,” tutup Martin.
Editor: Aspian Nur