Insiden ini terjadi sekitar pukul 19.00 WITA. Sebuah kapal ponton bermuatan batu bara milik PT KSA kehilangan kendali dan menghantam deretan kotak keramba serta rumah milik warga yang berada di tepian sungai.
Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali menyampaikan bahwa saat ini tim gabungan dari Satpolairud Polres Kukar, Polsek Loa Kulu, serta perwakilan perusahaan sedang melakukan identifikasi kerusakan di lapangan.
“Kami sedang melakukan pendataan kepada para arga. Pihak PT KSA sudah hadir langsung dan menyatakan siap bertanggung jawab atas segala kerusakan yang ditimbulkan,” ujar Rizali saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat ponton tersebut berlayar dari arah hulu menuju hilir. Di saat bersamaan, muncul ponton lain dari arah Samarinda (hilir). Kondisi air sungai yang sedang pasang ditambah arus yang kuat membuat ruang gerak kapal menjadi terbatas.
“Kapal mencoba menghindari tabrakan dengan ponton dari arah berlawanan dan kapal tangki minyak. Jika menabrak kapal minyak, dampaknya akan lebih fatal karena risiko tumpahan bahan bakar. Akhirnya kapal mengambil haluan terlalu ke kanan hingga menghantam kotak keramba warga,” jelas Rizali.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
“Perkiraan kerugian hari ini yang jelas hampir miliaran rupiah jika melihat jumlah keramba, aset rumah yang hancur dan dua unit sepeda motor,” ucapnya.
Dalam kejadian ini, pihak perusahaan langsung merespons kejadian dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 01.00 WITA dini hari tadi untuk menenangkan massa dan menjamin proses ganti rugi.
“Belum ada kesepakatan harga karena masih pendataan. Kami juga berterima kasih karena perusahaan memiliki niat baik akan mengganti rugi sesuai hasil perhitungan identifikasi yang dilakukan hari ini, baik untuk rumah, kendaraan, maupun usaha keramba milik warga,” pungkasnya.
Editor: Erwin