Sehari sebelum mengikuti acara peresmian, Ahmad Yani menghadiri rangkaian kegiatan penggunaan Musala Tangga Arung Square pada Minggu (4/1/2026) pukul 17.45 WITA, didampingi istri serta sejumlah anggota DPRD Kukar. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat magrib berjamaah yang dilanjutkan dengan salat hajat.
Rangkaian acara berlanjut pada Senin (5/1/2026) pukul 07.30 WITA di halaman Pasar Tangga Arung Square, dengan agenda Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sekaligus peresmian Pasar Tangga Arung Square, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan Musala Al-Mujahirin.
Sejumlah anggota DPRD Kukar turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Budi Fahmi, Safruddin, Akbar Haka, Fadlon Nisa, Madinah, Masniah, Mitfaul Janah dari PDI Perjuangan, Desman Minang Endianto dari PKB, Sopan Sopian dari Gerindra, Annisa Mulia Utami dari Nasdem, serta Muhammad Idham dari PKS.
Dari jajaran Pemkab Kukar, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri yang didampingi Wakil Bupati, Kukar Rendi Solihin. Turut hadir pula jajaran Forkopimda, Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura Sultan Aji Muhammad Arifin, Edi Damansyah selaku mantan Bupati Kukar, para kepala OPD, tokoh agama, aparatur sipil negara (ASN), serta Forum Pedagang Pasar Tangga Arung.
Usai peresmian, Ahmad Yani menyampaikan harapannya agar Pasar Tangga Arung Square dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang. Menurutnya, keberadaan pasar modern ini menjadi langkah strategis dalam menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib dan nyaman.
“Saya sangat mengapresiasi diresmikannya Pasar Tangga Arung Square. Ini tentu dapat meningkatkan perekonomian daerah, khususnya bagi para pedagang lokal,” ucap Yani kepada korankaltim.com, Senin (5/1/2026).
Peresmian Pasar Tangga Arung Square menjadi bukti komitmen Pemkab bersama DPRD Kukar dalam menyediakan fasilitas publik yang representatif, nyaman, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Legislator nomor satu Kukar ini menekankan pentingnya kedisiplinan pedagang dalam menempati area yang telah disediakan demi menjaga kerapian dan estetika pasar.
“Saya berharap dengan adanya Tangga Arung Square, para pedagang bisa terakomodir dengan baik. Tidak ada lagi pedagang yang berjualan sembarangan, karena pasar ini sudah modern dan tertata rapi. Jika di kiri dan kanan masih terdapat pedagang kaki lima, tentu dapat merusak estetika pasar,” tutupnya.
Editor: Erwin