Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (30/12/2026).
RUPS LB tersebut dihadiri Bupati Kukar Aulia Rahman Basri selaku pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 99 persen saham.
Turut hadir Wiyono selaku Pelaksana Tugas Direktur KSDE, Oky S Adam sebagai kuasa Perseroda Tunggang Parangan (TP), jajaran komisaris dan direksi MGRM, serta tim asistensi.
Rapat yang dipimpin Komisaris MGRM itu membahas tiga agenda utama, yakni penetapan dan pembagian dividen tahun buku 2024, pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026, serta penugasan MGRM untuk pemanfaatan lahan milik Pemerintah Daerah di Desa Jongkang Kecamatan Tenggarong Seberang.
Direktur MGRM, Efri menjelaskan bahwa agenda pembagian dividen tahun buku 2024 merupakan kelanjutan dari RUPS Tahunan yang telah dilaksanakan pada Juli 2025 lalu.
“Pada RUPS tahunan kemarin, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp47,690 miliar. Pemegang saham saat itu meminta agar dibuatkan skema bisnis terlebih dahulu, kemudian penetapan dividen dilakukan pada RUPS tersendiri bersamaan dengan pengesahan RKAP 2026,” jelasnya saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu (4/1/2026),
Ia menambahkan, seluruh proses pembahasan berjalan lancar dan mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Dividen sebesar Rp25,581 miliar tersebut akan dibagikan sesuai dengan porsi kepemilikan saham masing-masing.
“Alhamdulillah, seluruh pemegang saham sepakat atas pembagian dividen tahun buku 2024 sebesar Rp25,581 miliar,” terangnya.
Selain membahas kinerja 2024, manajemen MGRM juga memaparkan target perusahaan ke depan. Untuk tahun 2026, MGRM menargetkan laba bersih sebesar Rp40,825 miliar.
Efri mengakui tantangan yang dihadapi perusahaan cukup besar, mengingat pendapatan utama MGRM masih bersumber dari Participating Interest (PI) 10 persen pada blok migas, yang dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami penurunan.
“Pendapatan terbesar kita memang masih dari PI 10 persen blok migas, sementara penerimaan dari sektor ini cenderung menurun. Karena itu, kami terus berupaya mengantisipasi dengan mengembangkan bisnis di luar PI,” ungkapnya.
Sebagai langkah strategis, MGRM saat ini mulai memperluas lini usaha, antara lain melalui bisnis trading dan transportir bahan bakar minyak (BBM), Vendor Held Stock (VHS), serta mengerjakan sejumlah proyek di lingkungan Pertamina dan perusahaan afiliasinya.
Ke depan, MGRM juga berencana mengembangkan bisnis trading gas, baik LNG maupun CNG. Selain itu, perusahaan tengah menjajaki peluang agar dapat dilibatkan sebagai penerima PI pada blok migas yang dikelola oleh Eni Group.
“Kami terus mencoba menjajaki semua peluang usaha yang ada. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar apa yang kami cita-citakan dapat terwujud dan target tahun depan bisa tercapai,” demikian Efri.
Editor: Erwin