Kasus ini terdeteksi sejak 25 Desember 2025 melalui laporan Balai Besar Laboratorium Kesehatan. Ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K, atau subclade K.
Menurut data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus telah tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Jawa Barat (Jabar) menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, di mana mayoritas pasien merupakan perempuan dan anak-anak.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar), Kusnandar menekankan proteksi terbaik saat ini adalah kesadaran kolektif masyarakat.
“Kita harap jangan sampai masuk ke Kukar. Ini tugas kita bersama untuk saling menjaga,” kata Kusnandar, Minggu (4/1/2026).
Kusnandar mengimbau masyarakat untuk kembali mendisiplinkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagaimana yang dilakukan saat masa pandemi.
“Kuncinya adalah PHBS. Jika berada di kerumunan, gunakan masker. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan. Kemudian jaga kebugaran dengan olahraga teratur,” katanya.
Adapun Gejala ‘Super Flu’ Subclade K seperti ditandai dengan demam tinggi yang mencapai 39–41 derajat Celcius, nyeri otot yang terasa sangat berat, lemas ekstrem (fatigue), batuk kering, sakit kepala, dan radang tenggorokan berat.
Dinkes Kukar mengingatkan kepada warga yang merasakan gejala-gejala tersebut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri jika kondisi tidak kunjung membaik, hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan di lingkungan keluarga.
Editor: Erwin