Berdasarkan pantauan Korankaltim.com, kondisi lahan dan rumah milik warga rusak parah dan mengalami penurunan lima meter dari badan jalan poros.
Sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, mengingat rumah yang dimiliki warga itu telah hancur parah.
Sekretaris RT 025 Desa Batuah, Rahman mengatakan, ada sekitar 20 unit rumah yang mengalami kerusakan atas kejadian tanah longsor itu.
“Para warga mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan ada yang menumpang di rumah keluarga. Sebagian warga pindah di Jalan Hasanudin, yang tak jauh dari lokasi kejadian,” kata Rahman, Jumat (2/1/2026).
Ia mengungkapkan, warga telah menerima formulir gunanya untuk mengumpulkan data dan informasi terkait relokasi rumah warga. Formulir ini telah diterima pada bulan November 2025 lalu.
“Kami sudah mengisi formulir dan menyerahkan berkas-berkas yang diperlukan untuk relokasi November 2025, tapi sampai saat ini belum ada informasi dari mereka,” ujarnya.
Rahman menyebut, warga berharap dapat segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Ia menyadari untuk proses relokasi rumah warga tak bisa dilakukan dengan cepat, karena ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh pemerintah. Tetapi, warga meminta komitmen pemerintah, untuk dapat menyediakan wadah bagi warga dengan status lahan dan bangunan kepemilikan untuk warga nantinya.
Kata dia, ada dua lahan yang menjadi opsi untuk dilakukan pembangunan perumahan warga yaitu di lapangan sepak bola dan lahan perkebunan yang sudah dihibahkan ke Kecamatan Loa Janan.
“Kami sangat berharap, untuk dapat disediakan rumah yang layak dari pemerintah, karena untuk membangun rumah yang layak, kami sudah tak punya modal,” harapnya.
Editor: Erwin