Seorang pengemudi sekaligus pembalap perahu tradisional jenis ketinting bernama M Pikri Noor, dikabarkan tenggelam dan hilang di sungai setelah perahu yang dikendarainya dalam latihan jelang mengikuti lomba balapan perahu terbalik saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA jelang waktu salat Maghrib. Fikri Embalut, sapaan akrab pemuda berusia 20 tahun itu yang berasal dari Desa Embalut, Tenggarong Seberang, sampai berita ini diturunkan masih hilang dan dalam pencarian oleh petugas dan tim relawan.
Kasat Polairud Polres Kutai Kartanegara AKP Benedict Jaya saat dikonfirmasi Korankaltim.com terkait hilangnya Fikri Embalut Sabtu (20/12/2205) hari ini menjelaskan, sebelum kejadian pemuda itu mengemudikan perahu ketinting seorang diri di tepi Sungai Mahakam Desa Separi dan ada dua orang yang melihat aksinya.
“Berdasarkan keterangan warga sekitar yang melihatnya saat latihan, perahu ketinting yang dikemudikan Fikri Embalut melaju dengan kecepatan cukup tinggi namun kehilangan keseimbangan karena selain pengaruh kecepatan juga gelombang air sungai. Perahu ketinting akhirnya terbalik,” kata Benedict.
Fikri Embalut langsung terjatuh ke sungai dan tak muncul ke permukaan. Pencarian langsung dilakukan namun hingga saat ini pemuda itu belum ditemukan.
Aparat kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah instansi terkait.
“Polairud Polres Kukar telah berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kutai Kartanegara. Kami juga menyiapkan pembentukan tim pencarian gabungan serta posko pencarian di sekitar lokasi,” sebut Benedict lagi
Proses pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur kepolisian, Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat. Aparat mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan, terutama saat mengoperasikan perahu bermesin di sungai besar seperti Sungai Mahakam.
Editor: Aspian Nur