Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar menjelaskan kejadian tersebut berlangsung di kawasan permukiman yang juga merupakan jalur operasional kendaraan perusahaan.
“Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat sekaligus jalur perusahaan, dengan intensitas lalu lintas yang cukup padat, terutama pada pagi dan sore hari,” jelasnya.
Ia menyebutkan, akibat benturan keras antara sepeda motor dan bus perusahaan, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.
“Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” tegasnya.
Pasca kejadian, keluarga korban bersama warga sekitar mendatangi lokasi kecelakaan. Situasi yang dipenuhi emosi kemudian berkembang menjadi aksi pembakaran satu unit bus milik kontraktor perusahaan.
Selain itu, warga juga melakukan penutupan jalan hauling di Kilometer 78–79 Pos Belayan, Desa Muara Ritan. Penutupan tersebut menyebabkan aktivitas operasional kendaraan perusahaan sempat terhenti sementara.
Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban merupakan ketua BPD Desa Tukung Ritan. “Korban satu orang, laki-laki dewasa, meninggal dunia, merupakan ketua BPD,” ujarnya.
Menurut Rakhmadani, kecelakaan terjadi pada jam sibuk pagi hari, saat aktivitas masyarakat cukup padat. Selain aktivitas sekolah, lalu lintas di kawasan tersebut juga ramai oleh kendaraan operasional perusahaan, termasuk bus penjemputan karyawan yang hilir mudik di sekitar permukiman warga.
Insiden tersebut sempat memicu reaksi keras dari keluarga korban dan warga setempat. Situasi di lapangan sempat berlangsung cukup tegang dan berujung pada pembakaran sebuah bus perusahaan.
“Reaksi masyarakat dan keluarga korban memang beragam, sempat terjadi kondisi yang agak chaos,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan situasi dapat segera dikendalikan. Pemerintah desa bersama pihak perusahaan dan unsur terkait telah melakukan mediasi pada Jumat siang sekitar pukul 13.00 Wita di kantor desa.
“Sudah dilakukan mediasi dan telah ada kesepakatan, sehingga situasional dan kondisional relatif aman," pungkasnya.
Editor: Erwin