Keempat tahanan anak itu sendiri kabur setelah merusak besi teralis pintu kamar ruang tahanan kemudian melewati melalui pintu steril bagian dalam yang tidak terkunci dengan perkiraan setinggi 6 meter.
Yang membuat sedih, alasan keempat tahanan anak ini kabur dari Lapas yaitu karena mereka kangen orangtua. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjen PAS) Kaltim Endang Lintang Hardiman menjelaskan hal itu.
“Mereka masih anak-anak, kangen orangtua jadi berusaha bertemu. Ya begitulah, pemikirannya masih seperti anak-anak,” kata Endang kepada Korankaltim.com.
Kronologi kejadian keempat tahanan anak itu kabur berawal sekitar pukul 04.00 WITA saat hujan deras mengguyur Tenggarong. Mereka spontan berusaha keluar dari Lapas dengan maksud sederhana yaitu ingin bertemu keluarga, terutama orangtua.
Saat keluar Lapas mereka sempat menumpang truk menuju pasar sebelum akhirnya kembali ke area Tenggarong dan bertemu petugas. Dua anak kedapatan bersembunyi di kafe Kongdjie di Kelurahan Melayu, Tenggarong, satu menyerahkan diri sementara satu lainnya ditemukan menembus Jalan Kartini.
Lingkungan Lapas anak sendiri berbeda dari Lapas dewasa karena suasananya dibuat menyerupai rumah agar mereka merasa nyaman selama menjalani pembinaan.
Mengenai senjata tajam yang dibawa anak-anak tersebut saat kabur dijelaskany Endang menjelaskan itu hanya spontan. Saat kabur dan melintas di pasar mereka melihat benda tersebut dan membawanya. “Namanya di pasar, ada barang tajam, mungkin mereka ambil begitu saja karena bingung,” papar Endang lagi.
Seluruh proses penangkapan dilakukan tanpa kekerasan. Endang sendiri turun langsung ke lokasi untuk memastikan tidak ada tindakan represif terhadap anak-anak tersebut.
“Saya tidak ingin satu pun dari mereka dipukul, tidak boleh ada penganiayaan. Yang sempat jatuh langsung ditangani medis, dibersihkan, dirawat dan diberi sarapan, itu tanggung jawab kami," ujar Endang.
Setelah ditemukan keempat tahanan anak tersebut segera dibawa kembali ke Lapas Kelas IIA Tenggarong untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut. Hak pendidikan dan pembinaan mereka tetap menjadi prioritas.
“Kami harus melindungi mereka karena mereka anak-anak. Masa depan mereka masih panjang,” pungkas Endang.
Diberitakan sebelumnya, empat tahanan anak di Lapas Kelas IIA Tenggarong kabur dan membuat masyarakat Tenggarong heboh.
Keempatnya melarikan diri melalui kawasan Jalan Gunung Gandek dan menembus hingga Jalan Danau Jempang di Kelurahan Melayu. Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat lantaran para tersangka disebut membawa senjata tajam saat melarikan diri.
Dua dari empat tahanan tersebut berhasil diamankan tak lama setelah kejadian. Dua anak ditangkap di kafe dan satu lagi di rumah kosong Jalan Danau Jempang dan terakhir juga berhasil diamankan disekitar kawasan tersebut.
"Kami sudah olah TKP berdasarkan keterangan saksi teman sekamara mereka, para tahanan anak ini memanjat pagar steril sebelum kabur," jelas Kasatreskrim Polres Kukar AKP Ecky Widi Prawira saat dikonfirmasi mengenai penangkapan tersebut.
Editor: Aspian Nur