Plt Kepala Diarpus Kukar Rinda Desianti mengatakan capaian positif juga beriringan dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan perpustakaan dan mendorong percepatan akreditasi perpustakaan daerah. Serangkaian program pembinaan, pendampingan teknis, serta pemenuhan standar layanan berhasil menunjukkan hasil nyata sepanjang tahun ini.
“Upaya penguatan kearsipan dan pengelolaan peningkatan kualitas perpustakaan selama satu tahun ini sudah on the track, Alhamdulillah,” kata Rinda kemarin.
Kinerja baik ini merupakan hasil kolaborasi antara instansi, perangkat daerah, dan para pengelola arsip di seluruh unit kerja.
“Kearsipan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pemerintahan. Capaian ini menunjukkan bahwa kesadaran dan komitmen perangkat daerah dalam mengelola arsip telah mengalami peningkatan yang signifikan,” ujarnya.
Ditambahkan Kepala Bidang Pengelolaan Pembinaan Perijinan Penggunaan Arsip (P3) Diarpus Kukar Varia Fadillah menyebutkan pihaknya mengerjakan lima tugas pokok yaitu, alih media arsip dan preservasi arsip, pemusnahan arsip, penyelamatan arsip penggabungan dan pembubaran Perangkat daerah, penelusuran arsip statis yang hilang, kelima yaitu penyelamatan arsip akibat bencana dan penyelamatan arsip terjaga.
Varia menyebutkan pemusnahan arsip perangkat daerah meningkat tajam dari tahun 2023 yang hanya satu OPD dan tahun 2024 tiga OPD kemudian pada tahun 2025 ini sudah 18 OPD.
“Bidang kami juga sudah melakukan penyelamatan arsip covid-19. 1.640 berkas arsip foto dan audio visual sebagai amanah Permenpan RB 62 tahun 2020 untuk seluruh Pemerintah Daerah se Indonesia. Bidang kami juga sudah bekerjasama dengan Bangkom BKPSDM Kukar dalam rangka Peningkatan SDM Kearsipan bagi OPD selama 20 Jam Pembelajaran untuk tiga hari. Baik melalui In House Training (IHT) maupun magang di Diarpus. Sudah 14 OPD dan IHT sudah tiga OPD yaitu RSUD Dayaku Raja Kota bangun, Disbun dan Diskominfo,” sebutnya.
Sementara itu untuk bidang perpustakaan, Diarpus Kukar terus komitmen untuk menghadirkan perpustakaan berkualitas dengan memperkuat melalui peningkatan tata kelola dan penguatan sumber daya manusia. Pihaknya tidak hanya fokus pada pemenuhan administrasi akreditasi, tetapi juga memastikan layanan perpustakaan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Secara berkala dan konsisten Diarpus Kukar melakukan pendampingan untuk akreditasi perpustakaan. Kegiatan ini meliputi pembinaan, sosialisasi, dan memberikan masukan serta rekomendasi agar perpustakaan siap memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAP-N). Kegiatan pembinaan dan sosialisasi mengenai akreditasi perpustakaan dilakukan kepada para pengelola perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, atau perpustakaan lainnya. Selanjutnya peninjauan langsung ke perpustakaan untuk melihat kondisi fisik dan pelayanan. Berdasarkan peninjauan, Diarpus memberikan masukan dan rekomendasi perbaikan agar perpustakaan dapat memenuhi standar akreditasi. Tak hanya itu, Diarpus juga memberikan bantuan teknis dan bantuan fisik seperti pengadaan buku dan rak buku untuk menunjang proses akreditasi.
Sekretaris Diarpus Kukar Aji Yuli Midriani didampingi Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan, Nur Azizah AB menegaskan untuk tahun ini ada delapan perpustakaan yang didampingi dan sudah dilakukan peninjauan langsung oleh Perpusnas untuk dilakukan akreditasi. Perpustakaan Mahardika Desa Kota Bangun III : Akreditasi A, Perpustakaan Lukah Edukasi Center Desa Liang Ulu : Akreditasi B, Perpustakaan Gemilang SDN 007 Tenggarong : Akreditasi, Perpustakaan Anyelir SDN 003 Tenggarong : Akreditasi B, Perpustakaan Tumi SDN 004 Marangkayu : Akreditasi B, Perpustakaan Nawacita Pustaka SMPN 6 Tenggarong : Akreditasi B, Perpustakaan Superhero SMAN 2 Samboja : Akreditasi B dan kedelapan ialah Perpustakaan Khazanah SMAN 1 Anggana : Akreditasi B.
“Delapan perpus tadi sudah direkap hasil akreditasi perpustakaan, adapun tim asesor nya ialah bu Rosanna Br. Sitepu dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim, Rochmad Yunus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Lily Erlianti dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda dan Heni Marlina dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar,” ujar Ica sapaan akrab Azizah. (*/kk)