Peresmian gedung ruang rawat inap baru itu merupakan upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan layanan di rumah sakit terbesar di Kutai Kartanegara tersebut. “Kami kembangkan dan meningkatkan kapasitas tempat tidur, tidak hanya kapasitas tapi kualitas," ujar Yuli kepada Korankaltim.com, Kamis (27/11/2025).
Gedung Tiung tersebut dulunya difungsikan laboratorium dan radiologi yang sekarang sudah pindah ke Gedung Punai yang berada disebelahnya. Dengan diresmikan Gedung Tiung ini maka digunakan untuk ruang rawat anak yang sarana prasarananya sesuai dengan standar.
“Kelas rawat inap yang standar, jadi jarak antar tempat tidur, ada ventilasi, luas kamar mandi nya kemudian maksimal jumlah bed dalam satu kamar itu sudah mengikuti aturan dari kementerian kesehatan,” paparnya.
Renovasi ruang rawat inap yang dilakukan RSUD AM Parikesit ini diupayakan agar memenuhi sesuai standar dan anjuran dari Permenkes RI karena peraturan menteri mengalami pembaharuan dalam beberapa tahun terkahir, sementara gedung ruang rawat inap yang dimiliki RSUD AM Parikesit sudah dibangun belasan tahun yang lalu.
“Jadi sebenarnya sudah tidak sesuai lagi, karena itu bertahap kami menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran melakukan perbaikan penyesuaian ruang rawat itu agar sesuai standar,” terang dokter spesialis penyakit dalam ini.
Gedung Tiung ini khusus merawat pasien anak dengan kapasitas total 50 anak dan bisa melayani semua jenis pasien baik umum maupun kepesertaan BPJS. Nantinya akan ada lagi peningkatan sarana prasarana bagi ruangan lainnya untuk meningkatkan pelayanan agar lebih maksimal.
“Untuk sementara lengkap, nanti akan ada ruang paviliun sendiri untuk pasien non BPJS, dulu bekas kantor sekarang menjadi Paviliun Nuri, insya Allah dalam waktu dekat akan diresmikan,” tutup Yuli.
Editor: Aspian Nur