Kebakaran terjadi jelang salat Subuh, sekitar pukul 04.00 WITA dan menghanguskan enam rumah warga serta satu bangunan walet.
Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Eko Suryawinata menjelaskan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 WITA setelah petugas gabungan dan warga melakukan upaya pemadaman sekitar dua jam.
“Api padam sekitar jam enam pagi tadi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Eko kepada Korankaltim.com pagi ini.
Kebakaran tersebut berdampak pada 8 kepala keluarga dengan total 29 jiwa. Seluruhnya sudah dievakuasi ke tempat aman dan tengah dalam pendataan awal untuk penanganan lanjutan.
Petugas BPBD Kukar bersama unsur kecamatan dan relawan langsung melakukan asesmen cepat di lokasi sesaat setelah api berhasil dikendalikan. Tim juga mendata kebutuhan darurat para korban untuk penyaluran bantuan sementara.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui pasti namun BPBD Kukar mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan percikan api.
“Kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan tetap aman sangat penting. Kami harap warga lebih waspada, terutama pada jam-jam rawan saat semua masih terlelap,” sebut Eko.
Sebelumnya dua kebakaran terjadi di Kukar. Senin (24/11/2025) petang si jago merah mengamuk di Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, menghanguskan satu rumah bangsal lima pintu, satu rumah tunggal dan satu gudang. Hanya selang sehari yaitu pada Selasa (25/11/2025) siang dua hari lalu, api berkobar di Tenggarong, membakar Rumah Makan Raffi Seafood di Jalan Ahmad Yani, Melayu. Itu artinya hanya dalam waktu empat hari terjadi tiga musibah kebakaran di Kukar.
Editor: Aspian Nur