Kegiatan ini fokus pada pelatihan public speaking bagi kelembagaan pemerintah dan organisasi masyarakat. BRIN menghadirkan narasumber utama yang telah berpengalaman di bidang komunikasi publik.
Ketua Tim Layanan Komunikasi Publik BRIN, Arti Juwita, memberikan materi mengenai strategi komunikasi lembaga berbasis data dan riset, termasuk bagaimana merancang pesan yang tepat untuk berbagai segmen masyarakat.
Kegiatan ini hadir untuk menjawab tantangan di lapangan, yakni masih terbatasnya kemampuan komunikasi lembaga daerah dalam menyampaikan program dan temuan berbasis riset secara jelas, kredibel, dan mudah diterima publik.
“Melalui pendekatan yang lebih komprehensif, peserta mendapatkan materi tentang strategi komunikasi, teknik berbicara yang efektif, hingga praktik langsung dengan pendampingan instruktur profesional,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Hetifah menekankan pentingnya peningkatan kompetensi komunikasi publik di daerah sebagai bagian dari ekosistem pemanfaatan riset dan inovasi nasional.
Menurutnya, kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan baik merupakan faktor penting agar hasil riset tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat kecamatan hingga desa.
Pihaknya juga mendorong generasi muda dan lembaga lokal untuk lebih terampil dalam menyampaikan gagasan yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat daerah kini dituntut mampu mengelola informasi berbasis riset dengan cara yang meyakinkan dan mudah dipahami, sehingga mampu mempercepat proses pengambilan keputusan serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
Ia juga berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan tunggal, melainkan menjadi titik awal peningkatan kapasitas komunikasi publik di Kecamatan Anggana.
“Dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, lembaga dan organisasi masyarakat dapat menjadi jembatan penting dalam mendorong pemanfaatan riset,” pungkasnya.
Editor: Erwin