Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar menjadi motor penggerak program tersebut dengan melibatkan siswa, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga komunitas sosial.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti menegaskan, generasi muda memiliki peran sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan adalah fondasi utama untuk membentengi diri dari pengaruh negatif globalisasi.
“Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang harus memiliki pondasi cinta NKRI,” ungkapnya.
Rinda menjelaskan, kegiatan wawasan kebangsaan tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, tetapi dirancang agar anak muda mampu menginternalisasi nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari akademisi, Kejaksaan, serta unsur TNI dan Polri.
"Kolaborasi lintas sektor ini dianggap penting agar ragam materi yang disampaikan dapat menyentuh berbagai aspek pembentukan karakter generasi muda," tuturnya.
Kata Rinda, penguatan wawasan kebangsaan juga menjadi langkah strategis untuk mencegah penyebaran paham ekstrem yang menyasar generasi muda.
Menurutnya, keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan positif merupakan salah satu kunci merawat cinta NKRI di era digital.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan diskusi tanya jawab dengan para peserta seputar isu persatuan, bahaya radikalisme, hingga cara bijak menggunakan media sosial untuk menjaga keharmonisan. Serta diberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
"Hal ini dianggap penting agar generasi muda mampu menjadi penjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang dimiliki Kukar," ungkapnya.
Tidak hanya itu, para narasumber turut mengaitkan materi kebangsaan dengan tantangan global, seperti maraknya hoaks dan polarisasi di media sosial. Mereka mendorong anak muda untuk menjadi agen literasi digital yang mampu menyebarkan informasi positif dan menangkal provokasi.
Para peserta juga memberikan respons yang positif. Banyak di antara mereka yang mengaku semakin memahami bahwa cinta NKRI tidak berhenti pada slogan semata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti saling menghargai, menghindari konflik, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Rinda menyampaikan, memperluas pelaksanaan kegiatan ini ke berbagai kecamatan merupakan langkah penting agar wawasan kebangsaan dapat dirasakan secara merata. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Samboja, Tenggarong, dan sejumlah wilayah lainnya dengan antusiasme peserta yang tinggi.
Ia menilai bahwa semangat anak muda Kukar untuk belajar tentang kebangsaan sangat membanggakan. Ia berharap hal ini dapat menjadi modal kuat dalam menjaga stabilitas dan persatuan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Anak-anak muda adalah kekuatan besar bangsa ini. Jika mereka memiliki nasionalisme yang kuat, saya yakin masa depan Kukar akan semakin maju dan harmonis,” ucapnya.
Dirinya mengajak seluruh orang tua, guru, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama membina generasi muda agar tidak goyah oleh pengaruh negatif yang dapat merusak rasa kebangsaan. Dukungan lingkungan dianggap sangat memengaruhi pola pikir serta karakter anak muda.
“Ketika semua pihak bergerak bersama, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami, tetapi dihidupkan dalam keseharian,” pungkasnya. (*/kk)