Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, antara lain Perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ing. Tri Winarno, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Fauzan Adziman, Gubernur Sumatera Selatan, Guru Besar Pertambangan sekaligus Ketua Prodi S2 Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Prof Maulana Yusuf, Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy H serta Ketua Panitia TPT Perhapi XXXIV 2025 Hendra Utama juga diikuti oleh para akademisi, praktisi, serta seluruh insan pertambangan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pertambangan memiliki peranan strategis dalam pembangunan daerah, termasuk di Kutai Kartanegara. Melalui forum seperti TPT Perhapi ini, kita dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab,” kata Ahmad Yani dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (12/11/2025).
Diketahui, TPT Perhapi merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para profesional, akademisi, pelaku industri, dan pemangku kepentingan di sektor pertambangan nasional. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, seminar ilmiah, pameran teknologi pertambangan, serta penandatanganan nota kesepahaman di sektor energi dan sumber daya mineral.
Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung transisi energi dan pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Ahmad Yani memberikan apresiasi atas kontribusi Perhapi dalam memajukan praktik pertambangan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Sebagai organisasi profesi, Perhapi diharapkan akan terus mendukung industri pertambangan nasional mulai dari peningkatan kapasitas SDM pertambangan yang kompeten juga membantu mewujudkan penerapan praktek pertambangan yang baik dalam praktek pertambangan nasional,” harap Yani.
Editor: Aspian Nur