Meski di beberapa wilayah masih ditemukan kendala teknis, namun secara umum kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari peserta.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti melalui Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rini Sulistiyowati menyampaikan bahwa program pendidikan politik menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat kesadaran demokrasi di tingkat kecamatan.
Ia menjelaskan, animo masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa warga mulai aktif memahami makna partisipasi politik yang sehat dan bertanggung jawab.
“Antusias peserta sangat membeludak. Ini menandakan bahwa masyarakat memiliki keinginan kuat untuk belajar dan memahami politik secara bijak. Sementara itu, kebutuhan dan kuota pelatihan juga telah kami sesuaikan agar pelaksanaannya berjalan tertib dan efektif,” ujar Rini, Senin (10/11).
Ia menjelaskan, dari 20 kecamatan yang ada di Kukar, sebagian besar sudah menjalankan program pendidikan politik dengan baik. Namun, masih ada enam kecamatan yang belum menunjukkan pergerakan optimal karena kendala teknis di lapangan. Kecamatan tersebut antara lain Tabang, Kembang Janggut, Kenohan, Kota Bangun, Muara Kaman, dan Muara Wis.
Menurut Rini, setiap kecamatan sebenarnya telah mendapatkan porsi kegiatan dan jadwal pelaksanaan sejak jauh-jauh hari. Hanya saja, beberapa wilayah yang letaknya cukup jauh atau memiliki keterbatasan fasilitas memerlukan koordinasi tambahan agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar.
“Semua sudah dibagi sesuai perencanaan. Namun, di lapangan seringkali muncul hambatan seperti keterbatasan dana. Tapi kami terus berkoordinasi agar semua kecamatan bisa menyusul,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan politik menjadi semakin penting karena tahun ini bertepatan dengan masa-masa kegiatan politik menjelang pemilihan kepala daerah.
Menurutnya, pemahaman politik yang benar dapat membantu masyarakat menghindari informasi menyesatkan dan menguatkan sikap kritis dalam menghadapi dinamika politik.
“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi. Kami ingin membentuk masyarakat yang sadar politik, bukan terprovokasi oleh isu. Pendidikan politik harus menjadi fondasi dalam menciptakan pemilih cerdas di Kukar,” tegasnya.
Selain masyarakat umum, peserta kegiatan juga melibatkan organisasi kepemudaan, tokoh perempuan, lembaga akademisi, hingga mantan penyelenggara pemilu. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkaya wawasan dan memperluas jangkauan manfaat kegiatan.
Lebih lanjut, kerja sama semacam ini penting untuk memastikan pendidikan politik tidak hanya formalitas, tetapi juga berdampak nyata. Dengan pendekatan yang partisipatif, masyarakat dapat memahami peran mereka dalam menjaga kondusifitas politik daerah.
“Kalau masyarakat memahami politik secara sehat, maka suasana menjelang pemilu akan lebih damai. Kita ingin Kukar menjadi contoh daerah dengan pemilih yang dewasa dan berpikir positif,” ujarnya penuh optimisme.
Rini juga mengapresiasi semangat para narasumber yang bersedia terlibat dalam kegiatan ini. Mereka datang dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi dan praktisi politik yang memiliki pengalaman luas.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung, baik dari lembaga pendidikan maupun masyarakat luas,” tuturnya.
Selain menanamkan nilai demokrasi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana membangun karakter masyarakat yang kritis, rasional, dan menghargai perbedaan pendapat. Dengan demikian, politik dapat dipahami sebagai wadah kebersamaan, bukan perpecahan.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat bisa berpikir terbuka, menghargai pandangan orang lain, dan aktif berkontribusi menjaga persatuan. Politik yang sehat akan menciptakan pembangunan yang stabil,” imbuhnya.
Rini menegaskan, Kesbangpol Kukar akan terus berupaya agar enam kecamatan yang belum menjalankan program dapat segera menyusul. Ia memastikan bahwa pemerataan kegiatan pendidikan politik menjadi prioritas hingga seluruh wilayah mendapat kesempatan yang sama.
“Insyaallah, dalam waktu dekat semua kecamatan akan kita jangkau. Semangat masyarakat luar biasa, tinggal kami kuatkan dari sisi teknis dan pendampingan. Kami ingin pendidikan politik di Kukar berjalan merata dan berdampak positif bagi semua,” pungkasnya. (*/kk)