Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf dalam amanatnya saat dibacakan oleh Sekda Kukar mengatakan para pahlawan mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, dimana kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Saifullah Yusuf ada tiga hal yang dapat diteladani, pertama kesabaran para pahlawan yaitu sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa diatas segalanya yaitu setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah, namun mereka justru kembali ke rakyat, untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. Dan Ketiga, pandangan jauh kedepan, di mana para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk memakmurkan bangsa yang mereka cintai, serta menjadikan perjuangan tersebut sebagai bagian dari ibadah, darah, dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.
"Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah modal besar bagi generasi saat ini, semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan," ujar Saifullah Yusuf dalam sambutannya. (adv/pokom07/si/mh)