Sebanyak 200 personel yang terlibat terdiri dari unsur Polres Kukar, Kodim 0906/KKR, Brimob, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, PMI, Senkom, Manggala Agni, serta berbagai organisasi relawan.
Apel ini merupakan langkah awal kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur. Sinergi lintas sektoral ini mencerminkan komitmen kuat dari seluruh pihak untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar membacakan sambutan Kapolri yang menekankan pentingnya kesiapan dan kerja sama lintas instansi dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan.
“Kita harus senantiasa waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di musim hujan. Melalui apel ini, kita mantapkan kesiapsiagaan dan soliditas seluruh unsur dalam melindungi masyarakat,” tegasnya.
Lanjutnya, peran Polri dalam penanganan bencana sangat vital dan multidimensi, sebab tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mitigasi, penanggulangan, dan pemulihan pascabencana. “Kami siap memberikan perlindungan dan bantuan maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Polda Kaltim sepanjang Januari hingga Oktober 2025, terjadi 202 kejadian bencana di wilayah Kaltim, meliputi kebakaran, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Untuk itu, personel di jajaran Polres telah disiagakan menghadapi potensi bencana, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 200 anggota.
Kapolres Kukar menambahkan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan masyarakat. “Saya berharap setelah apel ini, sinergi yang sudah terbentuk dapat diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Mari bersama-sama mencegah dan meminimalisir dampak bencana dengan langkah terpadu dan cepat,” pungkasnya.
Editor: Erwin