Salah satu langkah nyata yang dilakukan Kesbangpol Kukar adalah memperkuat peran dua forum penting, yakni Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Kedua forum ini berperan besar dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti menjelaskan, FKDM dan FKUB menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan fungsi deteksi dini dan membangun komunikasi lintas agama serta sosial kemasyarakatan.
“Selama ini ada tiga forum yang berada di bawah koordinasi Kesbangpol, yaitu FKDM, FKUB, dan satu forum lainnya yang saat ini sedang dalam proses penyusunan kepengurusan baru,” ujarnya.
Menurutnya, forum-forum tersebut tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkuat solidaritas antarwarga. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat tingkat kedamaian di Kukar, khususnya Kota Tenggarong, terus meningkat dari waktu ke waktu.
Rinda menyebutkan keberhasilan menjaga kedamaian tidak mungkin dicapai tanpa dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
“Kehidupan yang damai itu milik semua masyarakat, dan Alhamdulillah di Kukar untuk tingkat kebahagiaan dan perdamaian tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, aparat keamanan seperti kepolisian, TNI, dan kejaksaan juga berperan besar dalam menciptakan rasa aman dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Peran aparat keamanan sangat penting. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan fisik, tapi juga ikut memastikan ketenangan sosial dan kerukunan antarwarga tetap terjaga,” tambahnya.
Selain aparat, pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat pendekatan sosial dan komunikasi dengan masyarakat. Kesbangpol secara rutin melakukan koordinasi lintas sektor agar potensi konflik bisa dicegah sejak dini.
Menurut Rinda, kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan merupakan pondasi kuat bagi terciptanya suasana yang kondusif di Kukar. “Kalau semua pihak saling mendukung, maka kedamaian akan terjaga dengan sendirinya,” ujarnya.
Ia mengapresiasi semangat masyarakat Kukar yang terus menjaga kebersamaan dan keharmonisan antarwarga, tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial.
Kondisi ini pula yang menjadikan Kutai Kartanegara termasuk dalam tiga besar daerah dengan tingkat kedamaian tertinggi di Kalimantan Timur, sebagaimana disampaikan oleh Bupati Kukar pada kegiatan Kota Raja Festival beberapa waktu lalu.
Rinda menilai, capaian tersebut adalah bukti nyata dari hasil kerja sama yang harmonis di berbagai lini kehidupan masyarakat Kukar. “Kedamaian itu bukan hasil dari satu pihak saja, tapi hasil kerja bersama antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan,” jelasnya.
Ia menegaskan, kedamaian menjadi prasyarat penting dalam pembangunan daerah. Tanpa situasi yang aman dan tenteram, mustahil program pembangunan bisa berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kedamaian adalah syarat utama bagi terlaksananya pembangunan. Tanpa suasana yang damai, tentu sulit bagi kita untuk mewujudkan pembangunan dan mencapai harapan bersama,” tutup Rinda.
Dengan sinergi yang terbangun antara FKDM, FKUB, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara optimistis kedamaian, ketertiban, serta kebahagiaan warga Kukar akan terus terjaga untuk mendukung kemajuan daerah di masa mendatang.
“Saya berharap rasa saling menjaga satu sama lain dapat terus dipertahankan. Semoga kerukunan dan kebersamaan kita terhadap sesama semakin kuat dan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)
Editor: Erwin