Kepala Badan Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat semangat nasionalisme dan menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Menurut Rinda, kegiatan semacam ini sangat penting dilaksanakan secara berkelanjutan agar nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Generasi muda saat ini hidup di era yang penuh dengan tantangan global. Maka dari itu, mereka perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai dasar jati diri bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan wawasan kebangsaan juga menjadi media untuk mempererat hubungan antar elemen masyarakat, baik dari kalangan pendidikan, aparat keamanan, maupun pemerintah daerah.
Dalam kegiatan yang digelar hari ini, Kesbangpol Kukar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, seperti akademisi Universitas Kutai Kartanegara, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta TNI dan Polri.
Rinda menilai kolaborasi lintas sektor ini sangat penting agar materi yang disampaikan lebih beragam dan menyentuh berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
“Kita ingin wawasan kebangsaan tidak hanya sebatas seremoni, tetapi mampu membentuk karakter dan kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan bangsa,” imbuhnya.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di beberapa Kecamatan, pernah di Kecamatan Tenggarong dengan antusiasme peserta yang luar biasa. Ratusan pelajar, turut hadir untuk mengikuti sesi sosialisasi dan diskusi kebangsaan.
Tak hanya di Samboja, kegiatan wawasan kebangsaan juga pernah digelar di Tenggarong, menghadirkan ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah menengah. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai cinta tanah air, pentingnya menjaga kerukunan, serta bahaya paham radikalisme.
Rinda menyampaikan perluasan pelaksanaan kegiatan ke berbagai kecamatan menjadi strategi Kesbangpol Kukar agar nilai-nilai kebangsaan merata dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Sehingga masyarakat di tingkat kecamatan pun mendapatkan pemahaman yang sama tentang pentingnya semangat kebangsaan,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh para narasumber. Diskusi berjalan interaktif, dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari kalangan pelajar dan tokoh masyarakat.
Materi yang disampaikan tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga mengaitkan isu-isu aktual seperti penggunaan media sosial secara bijak, menangkal hoaks, serta menjaga keharmonisan antar umat beragama.
Rinda berharap melalui kegiatan semacam ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat persatuan dan kebangsaan ke lingkungan masing-masing.
“Kita butuh generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme tinggi dan mampu menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan sosial,” tegasnya. (*/kk)
Editor: Erwin