“Terlepas ada kesalahpahaman atau tidak, yang pasti pak kades harus bersikap sebagai pemimpin. Tolong segera meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat desanya dan tentu kepada masyarakat Kutai Kartanegara secara keseluruhan," imbuh Arianto dihubungi Korankaltim.com, baru-baru ini.
Arianto mengingatkan desa lain agar tidak melakukan pertunjukan serupa, terlebih di acara syukuran desa.
Hiburan disc jockie (DJ) dengan iringan goyang striptis dua wanita di Desa Selerong membuat geram masyarakat. Apalagi kabar beredar, pertunjukan itu atas permintaan pemerintah desa setempat.
Kades Badrun sendiri telah mengklarifikasi. Dia bilang pertunjukan tak senonoh itu terjadi karena kesalahpahaman.
“Aku menyuruh ganti baju, bukan pakai baju itu (dalaman), tetapi si penari sudah sempat keluar panggung dan orang-orang sempat foto dan video. Salah paham, maksud saya ganti jangan seperti itu," pungkasnya.
Badrun menegaskan jika ia merupakan pemimpin dan telah berstatus haji, maka tak mungkin dirinya meminta penari tampil seksi.
Editor: Supiansyah