Program yang menjadi kebijakan prioritas Bupati Kukar ini bertujuan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di luar jam kerja.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, menjelaskan bahwa secara fungsi, puskesmas berperan utama dalam kegiatan promotif dan preventif.
Fokusnya adalah upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui berbagai kegiatan luar gedung seperti penyuluhan, skrining, serta pemeriksaan kesehatan rutin.
Dengan adanya kebijakan baru ini, puskesmas kini juga harus siap memberikan pelayanan selama 24 jam, khususnya untuk unit gawat darurat atau UGD.
“Fungsi puskesmas itu kan promotif dan preventif, jadi banyak kegiatan di luar gedung. Tapi sekarang harus memberikan pelayanan 24 jam, otomatis kita menggunakan tenaga yang ada juga,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Lebih lanjut, penambahan jam pelayanan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan di lapangan. Sistem kerja bergilir malam hari kerap berdampak pada efektivitas pelayanan di pagi hari.
“Karena kalau jaga malam otomatis pagi harus diliburkan. Tapi kita berupaya agar dua-duanya bisa berjalan,” lanjutnya.
Meski menghadapi kendala teknis, Kusnandar menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap mendukung program ini.
Menurutnya, kebijakan Puskesmas selama 24 jam sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat agar tepat tertangani.
“Ini adalah program bapak bupati yang harus kita dukung bersama. Tujuannya agar masyarakat yang sakit di luar jam kerja tetap mendapatkan pelayanan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan layanan malam hari hanya untuk menghindari antrean pagi.
“Kalau sore atau malam itu tenaga kita terbatas, jadi layanan hanya untuk yang mendesak. Kalau sekadar pemeriksaan ringan, sebaiknya tetap di jam kerja,” imbaunya.
Kusnandar menambahkan, sejumlah puskesmas di daerah terpencil justru sudah lebih dulu menerapkan sistem layanan 24 jam.
Hal itu disebabkan lokasi mereka yang jauh dari rumah sakit, sehingga kebutuhan akan layanan kesehatan cepat menjadi prioritas.
“Justru yang di daerah hulu itu lebih duluan, karena mereka memang membutuhkan pelayanan cepat. Kalau di kota ini yang agak kaget dengan pola baru tersebut,” pungkasnya.
Editor: Erwin