Pasalnya pada malam perayaan yang ditampilkan dengan hiburan musik Disc Jockie (DJ) terjadi pertunjukkan yang tidak senonoh oleh penari yang hanya menggunakan pakaian dalam, Sabtu (18/10/2025) malam. Sontak goyang striptis itu viral dan menjadi buah bibir warganet.
Tudingan pertunjukan tidak senonoh ini langsung mengarah kepada pihak penyelenggara dalam hal ini Pemerintah Desa Selerong.
Menyikapi persoalan ini, Kades Selerong Badrun mengungkapkan jika ia bersama perangkat desa memilih diam, agar tudingan negarif itu tidak berlarut-larut.
“Kalau kita membalas jawaban di medsos tambah panjang kesahnya dan suasana jadi tidak baik, tapi kalau ada yang bertanya ya kita jelaskan secara detail,” kata Badrun dikonfirmasi korankaltim.com, Senin (20/10/2025).
Menurut Badrun, kejadian yang bikin heboh itu bermula saat DJ hendak tampil, sekitar pukul 11.00 malam.
Badrun mengaku menegur manajer dari musik DJ, menanyakan kenapa penari memakai pakaian yang minim. Kades meminta agar pakaian yang dikenakan penari segera diganti, tetapi penari justru membuka pakaian dan hanya menyisakan dalaman.
“Aku menyuruh ganti baju, bukan pakai baju itu (dalaman), tetapi si penari sudah sempat keluar panggung dan orang-orang sempat foto dan video. Salah paham, maksud saya ganti jangan seperti itu. Masa iya saya kades kemudian sudah menyandang status haji menyuruh yang seperti itu (membuka baju, Red),” terang Kades Selerong dua periode ini.
Adapun tudingan jika ia membayar Rp2 juta agar penari melepas pakaiannya, Badrun tegas membantah. Menurutnya, panitia hanya membayar Rp7 juta sesuai kesepakatan dengan manajemen DJ.
"Tidak ada tambahan. Rp7 juta itu biaya mereka manggung. Rinciannya untuk dua DJ, dua penari dan satu MC. Kami menganggap pihak manajemen DJ itu mengeles, takut kehilangan pekerjaannya jadi disebutkan kami yang seolah-olah seperti apa yang dituduhkan,” tegasnya.
Menyadari bahwa nama baiknya sengaja dicemarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Badrun mengaku ikhlas.
“Emas tetaplah emas, biar ditutupi lumpur apapun itu ya tetap emas. Padahal perayaan HUT Selerong ini masih ada lanjutannya.
Setelah viral kejadian ini, Pemdes Selerong memilih tidak melanjutkan agenda yang lain. "Setelah penutupan futsal, pemberian hadiah the voice lomba karaoke dan acara malam Minggu kemarin, kita harusnya menggelar haulan, tapi untuk sementara ditunda dulu dikarenakan ada kejadian ini,” terang Badrun.
Editor: Supiansyah