Kabid Bina Marga, Linda Juniarti mengatakan bahwa pada pertengahan September lalu, progres fisik pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 70 persen. Pekerjaan di lapangan pun terus berupaya menyelesaikan pekerjaan dan bakal melaksanakan ereksi girder.
“Hari ini juga sebenarnya direncanakan ereksi girder tengah, tapi tertunda karena kendala teknis,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Girder adalah balok horizontal besar yang merupakan elemen struktural vital dalam konstruksi jembatan. Girder jembatan ini telah selesai dirakit di bagian bawah dan siap untuk dipasang.
“Girder-nya sudah siap, sudah dirakit di bawah. Tinggal dinaikkan ke atas saja. Insyaallah besok dilakukan ereksi untuk girder tengah,” ungkapnya.
Selain itu, pekerjaan plat beton (slab deck) yang menghubungkan bentang jembatan (abutmen) ke pilar juga sudah memenuhi umur beton dan siap untuk digunakan di sisi tertentu.
Namun, di sisi lainnya masih terdapat proses penyelesaian pada bagian abutmen yang baru saja selesai dicor beberapa hari lalu.
“Kendala yang kami hadapi itu terutama karena posisi jembatan yang berada di area rendah, jadi harus menyesuaikan dengan pasang surut air sungai. Waktu pengecoran kemarin memang agak sulit karena air naik-turun,” terangnya.
Ia menambahkan, keterlambatan dalam proses ereksi juga bisa disebabkan oleh faktor teknis dari pihak pelaksana.
“Mungkin dari sisi operasional atau tenaga kerja, karena ereksi jembatan ini memang dikerjakan oleh tukang khusus, tidak bisa sembarangan,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya optimistis pekerjaan Jembatan Besi akan tuntas sesuai tahun anggaran.
“Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai sesuai target, dan jembatan bisa difungsikan dengan baik. Kalau pun nanti ada kekurangan kecil, tidak akan mengganggu fungsionalitasnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin