Tujuan kegiatan ini menurut Lukman untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, memenuhi kebutuhan tenaga kerja bagi perusahaan atau instansi, meningkatkan produktivitas, menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan meningkatkan pemerataan kesempatan kerja.
“Setelah pemaparan dari narasumber dilanjutkan dengan diskusi interkatif terkait pokok pembahasan penempatan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan,” kata Lukman didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja Syarifah Rosita kepada Korankaltim.com disela kegiatan siang tadi.
Peserta sosialisasi terdiri dari 45 perusahaan yang terbagi dari berbagai sektor lapangan usaha yang beroperasi di Kukar.
“Semua perusahaan itu kami undang untuk mengikuti sosialisasi penempatan tenaga kerja. Perusahaan sebagai peserta sosialisasi terdiri dari sektor usaha pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, perbankan, perdagangan dan pembiayaan,” sebutnya.
Momen sosialisasi ini menjadi kesempatan sangat berharga dari seluruh peserta yang hadir karena Distransnaker menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya yakni Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim, PT Karunia Armada Indonesia dan narasumber dari Kementerian Tenaga Kerja RI.
Materi pertama terkait arah kebijakan ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan terhadap penempatan tenaga kerja lokal, materi kedua Optimalisasi penempatan tenaga kerja dalam negeri melalui peran asosiasi pengusaha Indonesia. Materi ketiga peran perusahaan dalam mendukung penempatan dan perlindungan tenaga kerja dalam negeri, materi keempat kebijakan dan strategi pemerintah dalam penempatan tenaga kerja dalam negeri.
Materi kelima, program dan regulasi penempatan tenaga kerja dalam negeri yakni arah dan implementasi dilanjutkan materi keenam, sinergi lembaga pendidikan, BLK dan industri untuk penempatan tenaga kerja.
“Materi empat lima dan enam disampaikan langsung oleh Bina Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI,” tutup Lukman.
Editor: Aspian Nur