Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan kolaborasi bersama Dinas Koperasi dan UKM Kukar saat pelatihan desain kemasan, yang bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sosialisasi ini sangat penting karena emak-emak memiliki peran strategis dalam ekonomi rumah tangga. Tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen yang mampu menggerakkan roda usaha mikro dan kecil di lingkungannya.
“Ketahanan ekonomi itu bukan hanya soal pemerintah memberi program. Tapi bagaimana masyarakat, terutama ibu-ibu, punya kemampuan untuk menguatkan sendi-sendi ekonomi keluarga dan daerah. Itu kunci utamanya,” kata Rinda.
Ketahanan ekonomi masyarakat bisa diuji saat terjadi gejolak, baik karena faktor global, nasional, maupun lokal. Dengan kesiapan yang baik, masyarakat bisa lebih tahan menghadapi berbagai tantangan.
Salah satu cara agar masyarakat, terutama pelaku UMKM, mampu bertahan adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Melalui digitalisasi, produk lokal bisa lebih dikenal luas, tidak hanya di daerah sendiri, tetapi juga menjangkau pasar nasional bahkan internasional.
“Dengan teknologi informasi, ibu-ibu bisa membuat konten yang menarik. Produk yang mereka jual jadi lebih bagus, baik dalam kemasan maupun dalam cara dipasarkan di media sosial. Itu bisa menambah nilai jual,” terangnya.
Dari Kesbangpol Kukar sendiri menaungi kelompok organisasi ada banyak produk lokal di Kukar yang sebenarnya punya kualitas sangat baik. Namun karena dikemas seadanya dan kurang promosi, akhirnya kalah bersaing dengan produk luar yang tampilannya lebih menarik.
“Dipromosikan lewat media sosial, produk lokal kita bisa bersaing,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rinda mengatakan kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran. Para ibu tidak hanya diberikan pemahaman tentang pentingnya mencintai produk lokal, tetapi juga cara praktis bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memperkuat usaha kecil mereka.
Kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Kukar sendiri, kata Rinda, merupakan bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat. Dinas Koperasi memberikan dukungan dari sisi teknis dan pendampingan usaha, sementara Kesbangpol fokus pada penguatan wawasan kebangsaan dan cinta produk dalam negeri.
“Kita ingin ekonomi masyarakat Kukar semakin kuat. Salah satunya ya dengan mencintai produk sendiri. Kalau kita pakai produk kita, beli produk kita, otomatis ekonomi kita akan lebih hidup,” tandasnya. (*/kk)