Seorang ibu korban yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, peristiwa itu bermula sekitar 6 September lalu. Dari pengakuan sang anak, terjadi tindakan asusila yang membuatnya trauma.
Awalnya, korban enggan bercerita karena mendapat ancaman tidak akan ditemani bermain jika membuka mulut. Akibatnya, beberapa anak merasa takut bersekolah lantaran khawatir bertemu pelaku.
“Dari pengakuan itu, sejumlah anak lain juga mengaku mengalami perlakuan serupa,” ujarnya kepada korankaltim.com, Selasa (30/9/2025). “Anak saya menceritakan apa yang dialami, lalu ternyata bermunculan korban-korban lainnya," tambahnya.
Mirisnya, korban terdiri dari anak laki-laki maupun perempuan. Peristiwa ini diduga sudah terjadi sejak Agustus lalu, dengan modus pelaku mengajak korban seusai pulang sekolah maupun saat bermain di sejumlah lokasi berbeda.
“Modusnya, korban dijanjikan ditraktir makan agar mau menuruti ajakan,” jelasnya. Dalam beberapa kasus, aksi tersebut bahkan terjadi berulang kali.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke kepolisian. “Kami sudah membuat laporan ke Polres Kukar,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur