Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Junaidi yang juga penanggung jawab acara menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan lomba.
“Alhamdulillah pelaksanaan balap ketinting berjalan lancar, sukses, dan yang paling penting tidak ada insiden yang membahayakan peserta maupun masyarakat. Itu kebahagiaan bagi kami sebagai panitia,” ungkapnya, Kamis (25/9/2025).
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dari Persatuan Olahraga Ketinting (POK), peserta, kru, dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Bahkan, pihaknya berencana menghadirkan inovasi baru agar kegiatan semakin semarak.
“Ke depan, kita ingin bukan hanya balap, tapi juga atraksi lain seperti perahu hias malam hari dengan lampu gemerlap. Itu pasti akan menambah daya tarik Erau,” tambahnya.
Sekretaris POK Kukar, Fairuzzabady menjelaskan bahwa lomba tahun ini mempertandingkan tiga kelas berbeda.
“Ada tiga kelas yang dipertandingkan. Pertama kelas pemula dengan piston maksimal 75 mm, kedua kelas umum piston 75 mm, dan terakhir kelas besar dengan piston maksimal 94 mm,” jelasnya.
Lomba yang selalu dinanti masyarakat ini tidak hanya diikuti peserta dari Kutai Kartanegara sebagai tuan rumah, tetapi juga menghadirkan pembalap ketinting dari berbagai daerah di Kaltim hingga Kaltara.
Untuk kelas pemula piston 75 mm, peserta datang dari Kabupaten Kutai Timur, Bontang, Kutai Barat, dan Kukar sendiri dari berbagai kecamatan.
Sementara itu, di kelas umum 75 mm, peserta berasal dari Bontang, Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, sejumlah kecamatan di Kukar, bahkan dari provinsi tetangga, Kaltara.
Adapun untuk kelas piston 94 mm, peserta yang bertanding berasal dari Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, hingga Kukar.
“Kami berharap lomba ini dapat menjadi ajang untuk memunculkan bakat-bakat muda di olahraga balap ketinting, baik dari wilayah hulu, tengah, maupun hilir Kukar,” tambah Fairuzzabady.
Sementara itu, sorotan utama datang dari Deni Hestiansyah, peserta asal Anggana, yang berhasil meraih juara pertama. Deni mengaku senang sekaligus lega bisa menaklukkan lintasan air yang cukup menantang.
“Rasanya senang sekali, meski sempat takut karena gelombangnya besar. Syukurlah bisa juara satu,” ujarnya.
Bagi Deni, balap ketinting bukanlah hal baru. Ia sudah sering mengikuti lomba, bahkan hingga ke Sulawesi dan Kaltara.
“Harapan saya, balap ketinting di Erau bisa terus berjalan sukses seperti tahun ini,” pungkasnya.
Editor: Erwin