Turut dalam kunjungan study tiru tersebut, kepala bagian Perekonomian Haryo Martani, Kabag Ortal Fifin Indriyani, perwakilan Dinas Perdagangan, perwakilan Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Sekda Sunggono mengatakan studi tiru tentang pengelolaan pasar bertujuan untuk mempelajari konsep pasar yang tertib, transparan, dan nyaman bagi masyarakat, dengan mengedepankan sistem sewa pakai yang resmi dan tidak mentoleransi praktik calo atau jual beli.
Disebutkannya studi tiru pengelolaan pasar ke Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, khususnya terkait pembangunan dan pengelolaan Pasar Tangga Arung, yang menjadi model pasar semi-modern tanpa pedagang basah untuk pengunjung.
“Kami lihat pengelolaan pasar di Samarinda cukup berhasil, contohnya Pasar Merdeka sehingga kami memutuskan untuk melihat secara langsung pengelolaan pasar di sini.” Ujar Sunggono.
Ditambahkan Sunggono Studi tiru ini juga bertujuan untuk mengadopsi strategi pengelolaan pasar yang lebih baik dan efisien untuk pasar-pasar di Kukar.
“Kami ingin semua pasar – pasar di Kukar dikelola secara profesional dan efisien dengan manajemen yang baik.” Tambahnya. (adv/prokom01/si/mh)