Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Kesultanan Kutai Kartanegara merupakan saksi sejarah yang menunjukkan betapa kayanya budaya Nusantara.
“Bapak, ibu, serta seluruh lapisan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian tradisi yang kita warisi dari leluhur,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan tradisi seperti Bepelas dan Belului menjadi bukti penghormatan masyarakat Kutai terhadap alam dan leluhur.
“Kita patut bersyukur, berkat kelestarian yang dijaga melalui tradisi itu, kecintaan terhadap daerah dan Nusantara semakin tumbuh,” katanya.
Widiyanti juga menekankan posisi Kukar sebagai pusat peradaban tertua di Kaltim yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata budaya.
Ia menyinggung keberadaan sepuluh event unggulan daerah, termasuk Festival Erau, yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain menjaga warisan, pelaksanaan Erau disebut turut menggerakkan roda perekonomian. Keterlibatan budayawan, seniman, dan berbagai pelaku usaha lokal diharapkan memperluas manfaat kegiatan ini.
“Melalui Festival Erau, kita tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga merawat identitas dan kebanggaan bersama. Mari kita terus jaga warisan leluhur agar tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya Nusantara,” tutupnya.
Editor: Erwin