Adalah Jasnan, warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan, pertama kali menemukan mayat tersebut setelah mencium bau menyengat saat mencari ikan sekitar pukul 07.00 WITA pagi. Karena penasaran, pria berusia 65 tahun itu mencari sumber bau dan akhirnya mendapati jasad manusia yang sudah tinggal tulang.
Kapolsek Muara Muntai, Iptu Wahid kepada Korankaltim.com Minggu (14/9/2025) hari ini menjelaskan kronologis penemuan jasad yang belakangan diketahui adalah MN, pemuda berusia 21 yang juga seorang nelayan.
MN sendiri diketahui sudah menghilang sejak Agustus bulan lalu. Petugas Polsek Muara Muntai bersama tenaga medis Puskesmas serta warga setempat yang mendapat informasi penemuan mayat segera menuju lokasi. Disekitar tempat kejadian ditemukan pula kaos, celana berwarna hitam-abu, parang dan senter yang diduga milik korban.
Identitas MN diketahui dari informasi yang disampaikan orangtuanya yang ikut mendatangi lokasi dan mengenali barang-barang tersebut sebagai milik anaknya. Orangtua MN menyebut putranya sudah hilang sejak 10 Agustus 2025 saat pergi mencari ikan di Danau Jempang.
"Saat itu keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian selama dua minggu namun belum berhasil menemukan korban," ucap Wahid.
Setelah diyakini jasad itu adalah anaknya, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi untuk mengetahui penyebab kematian MN.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Muara Muntai.
“Kami sudah menyelesaikan tindakan awal sesuai prosedur, pihak keluarga menolak autopsi jenazah kami kembalikan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur