Hewan dilindungi tersebut bahkan merusak satu rumah warga dengan membongkar beberapa bagian dinding kayu. Meski sempat meresahkan, Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra memastikan situasi terkendali berkat langkah cepat koordinasi dengan instansi terkait.
Rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat aksi satwa liar itu.
“Satu rumah warga itu dindingnya ada kurang lebih 3–4 bagian yang dibongkar, selain itu, beberapa peralatan rumah tangga juga ikut rusak,” kata Hendra kepada Korankaltim.com, Senin (8/9/2025).
Mengetahui kondisi tersebut, Hendra segera melaporkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui perantara warga.
“Ada laporan dari Saudara Mus dari RT 15, Beliau meminta saya membantu menghubungkan ke balai. Dari situ saya hubungkan dengan Polhut dan BKSDA, kemudian mereka langsung menurunkan tim,” ungkapnya.
Tim dari BKSDA sudah bekerja keras dalam dua hari terakhir untuk melacak keberadaan beruang madu tersebut.
“Upaya penangkapan dilakukan dengan memasang jebakan, sesuai prosedur penanganan satwa liar. Karena hewan ini memang dilindungi," bebernya.
Hingga saat ini beruang tersebut masih belum berhasil ditangkap.
“Tadi pagi sekitar jam 8, posisinya terpantau di RT 2, di tengah-tengah permukiman. Makanya saya kembali berkoordinasi dengan pihak BKSDA Provinsi agar bisa ditindaklanjuti lebih cepat,” katanya.
Meski sempat membuat resah, Hendra memastikan kondisi warga tetap aman. Tidak ada pengungsian, namun beberapa keluarga tetap waspada. “Alhamdulillah warga masih tinggal di rumah masing-masing. Hanya saja ada rasa khawatir, kalau takut itu tidak, tapi khawatir kalau beruang kembali masuk ke rumah,” pungkasnya.
Sementara saat ditanyakan mengenai isu pembukaan lahan, Camat Muara Kaman Barliang menjelaskan faktor yang mungkin memengaruhi karena daerah itu memang merupakan kawasan sawit yang sejak dahulu kala menjadi habitat berbagai satwa.
“Wallahualam, tapi yang jelas daerah itu sudah lama menjadi kawasan sawit,” terangnya.
Meski demikian keberadaan satwa liar tersebut membuat tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan polisi hutan harus bergerak cepat. “Mereka sempat kucing-kucingan dengan beruang itu. Saat tim datang, beruang bersembunyi. Tetapi ketika malam tiba dan suasana tenang, ia kembali keluar,” ucap Barliang.
Editor Aspian Nur